Seri Baru Jadi Ortu: Puting Lecet, Bagaimana Mengobatinya Tanpa Meracuni Bayi?

Kompas.com - 29/11/2019, 18:32 WIB
Ilustrasi menyusui shutterstockIlustrasi menyusui

KOMPAS.com – Bagi wanita yang baru menjadi ibu, proses menyusui adalah kenikmatan sekaligus rintangan yang berat. Bonding dengan anak seringkali terlupakan karena puting susu yang lecet.

Rasa sakit jelas tak bisa diabaikan. Tak sedikit ibu yang menjadi trauma, sehingga memutuskan untuk tidak menyusui bayinya lagi. Namun hal itu tak boleh terjadi, sebisa mungkin Anda menyusui bayi sampai usianya menginjak dua tahun.

Lagipula jangan khawatir, lecet pada puting susu bisa diobati.

Pelekatan mulut bayi

Konselor Laktasi dari RS Pondok Indah Puri Indah, dr Margaret Mutiaratirta Sugondo, CIMI mengatakan bahwa puting lecet paling sering disebabkan oleh posisi dan pelekatan bayi yang kurang tepat pada saat menyusui.

“Atau bisa juga karena salah teknik, atau salah dalam penggunaan alat pompa,” tuturnya kepada Kompas.com, Jumat (29/11/2019).

Baca juga: Seri Baru Jadi Ortu: 10 Mitos Menyusui yang Wajib Ibu Tahu

Darah dan bekas luka yang terdapat pada puting, lanjut dr Margaret, pada dasarnya aman bila termakan si kecil. Hal itu tidak akan meracuninya.

“Pemberian ASI melalui payudara sebaiknya tidak perlu dihentikan. Namun, apabila ibu merasa sangat kesakitan saat menyusui, ibu bisa konsultasikan permasalahannya kepada dokter atau konselor laktasi terdekat,” paparnya.

Perawatan

Jika puting susu Anda lecet, ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan. Antara lain mengoleskan ASI usai menyusui bayi.

“ASI mengandung lanolin alami, antiinfeksi, antibodi, growth factor, dan sebagainya. Tunggu sampai benar-benar kering baru kemudian dapat memakai bra atau baju,” tutur dr Margaret.

Baca juga: Terbukti, Daun Katuk Tingkatkan Produksi ASI pada Ibu Menyusui

Selain mengoles puting dengan ASI, nipple cream dengan kandungan lanolin juga membantu melembapkan dan mempercepat penyembuhan area puting yang luka.

Tips lainnya dari dr Margaret, Anda tak perlu sering-sering membersihkan puting susu.

“Usahakan puting tidak kena sabun saat mandi, dan yang terpenting, perbaiki posisi dan pelekatan bayi pada saat menyusui di payudara agar lecet tidak berulang,” paparnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X