Kompas.com - 29/11/2019, 12:32 WIB
Ilustrasi kanker paru Ilustrasi kanker paru

KOMPAS.com - Kanker paru sulit dideteksi dini karena memiliki tanda atau gejala yang hampir sama dengan penyakit lain, seperti tuberkolosis (TBC).

Untuk itu, penting untuk kita mengetahui perbedaan gejala kanker paru dengan TBC, seperti yang disampaikan dokter spesialis patologi anatomi di RS Kanker Dharmais, dr Evelina Suzanna SpPA.

"Pokoknya kalau sudah merasa ada yang aneh dalam diri Anda periksakan saja ke dokter. Kalau dari awal diagnosa Anda dinyatakan TBC, tapi gejalanya tambah parah di tubuh Anda, minta dokter untuk cek lagi siapa tahu Anda kena kanker paru-paru yang tanda awalnya mungkin sama," kata Evelina dalam sebuah acara bertajuk "Kanker Paru ALK-Positif: Kenali, Periksa Tangani Bersama" di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Berikut perbedaan antara tanda gejala pada penderita TBC dan Kanker paru yang perlu Anda ketahui.

Baca juga: Kanker Paru Pembunuh Pria Dewasa Nomor 1 di Indonesia

Tanda Tubercolosis (TBC)

TBC merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Bakteri M. tuberculosis umumnya menyerang paru dengan gejala-gejala sebagai berikut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Batuk terus menerus, bahkan lebih dari 2 minggu. Batuk TBC cenderung berdahak, meski beberapa kondisi ada juga yang mengalami batuk kering.
  • Nyeri dada dan sesak nafas. Hal ini terjadi karena batuk yang terus-menerus akan mendorong ke atas diafragma berkali-kali, bahkan ada juga yang sampai sakit pada perut.
  • Demam, menjadi tanda dari tubuh yang sedang melawan bakteri. Namun biasanya demam akibat TBC, tubuh akan menggigil berkeringat dan berlangsung lebih dari tiga minggu. Bila tak diketahui jelas penyebabnya, patut dicurigai sebagai gejala TBC.
  • Berat badan turun drastis. TBC membuat nafsu makan berkurang, hingga tubuh kurang asupan nutrisi dan menyebabkan tubuh lemas dan lelah.
  • Urine berubah warna menjadi kemerahan atau urine keruh.

Tanda Kanker paru

Pengidap kanker paru juga mengalami batuk terus menerus yang tak kunjung sembuh. Ini bedanya dengan TBC:

1. Batuk tak kunjung sembuh

Penderita kanker paru juga mengalami batuk yang tidak dapat disembuhkan.

Tetapi, pada penderita kanker paru, Anda dapat mengalami batuk akibat demam atau karena tersedak.

Selain itu juga ada perubahan kondisi batuk. Misalnya, dari batuk kering kemudian berubah menjadi batuk berdahak atau berdarah.

"Ingat, misalnya batuknya sudah lama dan berdahak, atau sesekali tapi berdarah misalnya, silakan periksalah," ujar Evelina.

2. Kerap merasa sesak napas

Merasakan sesak napas meski hanya melakukan aktivitas normal seperti naik tangga, mengangkat barang, atau melakukan hal-hal yang sebelumnya dapat Anda lakukan tanpa kesulitan bernapas.

"Sesak napas yang dimaksudkan itu bukan yang kalo sudah susak ngap-ngap. Tapi sesak napas biasa meski melakukan aktivitas yang biasa Anda lakukan tanpa sesak napas itu juga bisa jadi karena tumor yang menekan saluran pernapasan hingga terjadi penyempitan, jadi susah napas," jelasnya.

3. Nyeri pada dada

Tumor kanker paru dapat menyebabkan rasa sakit pada dada, bahu, atau punggung.

4. Napas berat

Anda dapat mendengar suara napas Anda. Napas yang tersengal-sengal terjadi saat paru berkontraksi, tersumbat, atau meradang.

5. Suara berubah

Suara berubah menjadi serak saat demam atau saat baru bangun dari tidur, dan kondisi ni tidak membaik setelah dua minggu.

6. Kehilangan berat badan dalam waktu singkat

Sama seperti penderita TBC, orang yang menderita kanker paru juga berpotensi mengalami penurunan bobot tubuh dalam waktu singkat.

Ini karena nafsu makan berkurang dan sel kanker telah menyerap semua energi dan nutrisi dalam tubuh Anda.

7. Nyeri pada tulang

Orang yang memiliki kanker paru dan sudah tahap lanjut biasanya merasakan nyeri tulang.

Nyeri tulang karena kanker paru seringkali memburuk pada malam hari.

8. Sakit kepala

Seseorang juga mengalami sakit kepala yang tak kunjung hilang. Hal ini terjadi karena tumor kanker menekan saraf tubuh ke otak yang ada melalui bagian dada.

Baca juga: Ahli: Diet Tinggi Serat dan Yogurt Bisa Kurangi Risiko Kanker Paru

Antisipasi gejala TBC atau kanker paru

Untuk mengantisipasi atau mencurigai apakah gejala yang ada itu merupakan TBC atau kanker paru-paru, dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis pulmonologi, Dr Sita Andarini PhD SpP(K) memberikan saran yang dapat Anda lakukan.

"Kalau sudah mengalami batuk hingga dua minggu, harus dicurigai itu bisa jadi TBC atau kanker paru. Kalau sudah di rumah sakit dan hasil TBC nya negatif, maka kalian harus minta periksa dahak dari batuk Anda, untuk di cek apakah ada kemungkinan Anda positif kanker paru-paru atau tidak," jelas Sita.

Selain itu, ketika Anda tiba-tiba mengalami batuk dan berdarah dan sesak nafas yang mendalam, maka lakukan pemeriksaan sesegera mungkin ke rumah sakit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.