Fenomena Artis Pamer Harta, Belum Tentu Gangguan Jiwa…

Kompas.com - 21/11/2019, 18:30 WIB
Ilustrasi mobil mewah www.dezeen.comIlustrasi mobil mewah

KOMPAS.com – Belakangan ini warganet dihebohkan oleh ajang pamer harta yang dilakukan beberapa public figure Indonesia. Banyak pula warganet yang mengaitkan aktivitas pamer harta tersebut sebagai gangguan jiwa.

Apakah benar aktivitas pamer yang dilakukan terus-menerus oleh seseorang berkaitan dengan gangguan jiwa?

dr Alvina, SpKJ selaku Dokter Ahli Kesehatan Jiwa di Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Barat mengungkapkan bahwa pamer harta belum tentu merupakan gangguan jiwa.

“Kita harus melakukan evaluasi secara lengkap terlebih dahulu sebelum menyimpulkan atau menegakkan diagnosis gangguan jiwa tertentu,” tutur dr Alvina dalam keterangan kepada Kompas.com, Kamis (21/11/2019).

Baca juga: Fenomena Artis Pamer Saldo ATM, Psikolog Sebut Termasuk Star Syndrome

Untuk kasus public figure, lanjutnya, pamer harta bisa saja merupakan bagian dari pekerjaan mereka di dunia hiburan untuk meningkatkan popularitas.

Pamer dan kaitannya dengan gangguan jiwa narsisistik

Bila sikap pamer seseorang dikaitkan dengan gangguan jiwa, ada beberapa perilaku yang mungkin terlihat.

“Seperti merasa diri yang paling penting; fantasi berlebih tentang kesuksesan , kekuatan, kepintaran, atau kecantikan; keyakinan bahwa dirinya unik, istimewa, dan hanya bisa dimengerti oleh orang-orang spesial tertentu,” papar dr Alvina.

Selain itu, orang tersebut juga membutuhkan pengakuan berlebihan dan kurang empati; perilaku eksploitatif; iri pada orang lain atau yakin bahwa orang lain merasa iri pada dirinya.

“Serta adanya perilaku arogan dan nakal yang meneap dimulai pada masa dewasa muda. Jika ciri-ciri tersebut terdeteksi, maka ada kemungkinan seseorang mengalami gangguan kepribadian narisistik,” tambahnya.

Ilustrasi narsistik Ilustrasi narsistik

Narsisistik adalah gangguan kepribadian di mana seseorang menganggap dirinya sangat penting dan harus dikagumi. Untuk kebiasaan pamer yang termasuk gangguan kepribadian narsisistik, biasanya orang tersebut memiliki masalah dengan rasa kepercayaan diri dan rasa keberhargaan diri (self confidence dan self worth) sehingga butuh untuk terus mendapatkan pengakuan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X