Kompas.com - 12/11/2019, 08:00 WIB
ILUSTRASI - Brown sugar boba: susu, teh dan boba. ShutterstockILUSTRASI - Brown sugar boba: susu, teh dan boba.

KOMPAS.com - Boba tea masih menjadi minuman kekinian yang digandrungi kaum milenial. Makin banyak gerai menjajakan minuman manis dengan tambahan bola-bola dari tepung tapioka ini.

Namun, di balik rasa manis boba tea, minuman ini bisa jadi bumerang dan membahayakan nyawa.

Salah satunya dialami oleh perempuan China (19) yang tewas karena tersedak tiga butir boba.

Dilansir See Hua Daily edisi Juli 2019, gadis itu tiba-tiba sulit bernapas ketika sedang minum boba tea. Tak lama kemudian tangannya membiru, tanda kekurangan oksigen.

Sayang, ketika dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tak dapat tertolong.

Baca juga: Hal yang Harus Diketahui tentang Legitnya Boba Tea dan Kopi Kekinian

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari peristiwa di atas, mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya bagaimana bisa boba membuat seseorang tersedak dan akibatnya sangat fatal?

Dokter Muhammad Faham S yang praktik di Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) An Nur Yogyakarta mengatakan, sangat mungkin seseorang tersedak karena boba tea. Bukan tidak mungkin pula, peristiwa ini menyebabkan kematian.

"Sebenarnya semua makanan atau minuman bisa buat tersedak," kata dokter Faham kepada Kompas.com melalui sambungan telepon.

"Tapi, karena bubble (boba) biasanya berukuran lumayan besar dan kenyal, bisa sampai meninggal. (Ini) karena makanan itu (boba) menyumbat jalan napas saat tersedak," imbuhnya.

Agar tidak tersedak saat minum boba tea, Faham menyarankan untuk benar-benar mengunyah boba sampai cukup lembut hingga rasanya mulai hambar. Jangan sekali-kali menelan boba dalam keadaan utuh.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Oh Begitu
Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Fenomena
Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Oh Begitu
Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Fenomena
Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Kita
Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Fenomena
WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X