Seekor Ular Raja Kena Penyakit Jamur dan Bikin Wajahnya Mirip Mumi

Kompas.com - 10/11/2019, 19:03 WIB
California kingsnake (Lampropeltis californiae) diketahui mengidap penyakit jamur ular (SFD) yang membuat wajahnya mirip mumi. Ular ini ditemukan di Plymouth, Amador County, California, pada akhir Mei 2019.
California kingsnake (Lampropeltis californiae) diketahui mengidap penyakit jamur ular (SFD) yang membuat wajahnya mirip mumi. Ular ini ditemukan di Plymouth, Amador County, California, pada akhir Mei 2019.

KOMPAS.com - Seekor ular raja California (Lampropeltis californiae) di California terinfeksi jamur yang membuat kulitnya berkerak, mata berkabut, dan wajah bengkak. Penyakit ini membuat ular tersebut mirip mumi.

Menurut pernyataan Departemen Ikan dan Satwa Liar California (CDFW), penyakit jamur ular atau snake fungal disease (SFD) adalah kasus pertama yang teridentifikasi di California.

Seorang warga sipil mengaku menemukan ular itu di Sierra Nevada, Amador County. Dia lantas membawa ular tersebut ke pusat perawatan satwa liar.

Hingga saat ini, prioritas utama yang dilakukan pihak berwenang California adalah memastikan penyakit SFD tidak menyebar ke ular lain yang ada di seluruh negara bagian.

Beruntung, CDFW mengungkap penyakit yang diderita ular raja itu tak akan membahayakan manusia.

Baca juga: Ular Bermunculan di Proyek Pelebaran Kali Pamulang, Ini Kata Pakar LIPI

"Tidak ada bukti bahwa SDF dapat ditularkan dari ular ke manusia," bunyi laporan tersebut seperti dilansir Live Science, Kamis (7/11/2019).

Tentang penyakit jamur ular (SDF)

Penyakit jamur ular pertama kali dikarakterisasi pada 2008. Menurut CDFW, penyakit ini disebabkan oleh jamur Ophidiomyces ophiodiicola.

Sejak itu, ahli menemukan 30 spesies ular yang terinfeksi SDF di AS dan Eropa, 23 negara bagian AS, dan satu provinsi Kanada.

Penularan SDF dilakukan dari ular ke ular, yakni melalui kontak fisik dengan ular yang terinfeksi.

Infeksi SDF yang parah menyebabkan kulit ular bergelombang dan bisa ganti kulit sampai beberapa kali. Penyakit ini juga membuat wajah ular cacat.

Bila ular yang terinfeksi SDF ada di alam liar, mereka cenderung lebih lemah sehingga lebih rentan didekati predator.

Baca juga: Video Tunjukkan Ular Memangsa Ular Lain, Lalu Keduanya Disengat Tawon

Menurut Survei Geologi AS (USGS) jamur O. ophiodiicola yang menjadi penyebab utama infeksi kulit antar ular hanya akan menyebabkan infeksi dan tidak membunuh ular.

Penyakit jamur ular menjadi ancaman bagi populasi ular yang semakin berkurang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X