Perdana di Indonesia, RS di Bali Terapkan Sistem Teknologi Perawatan Terintegrasi

Kompas.com - 01/11/2019, 10:06 WIB
Alat IntelliSpace Critical Care and Anesthesia (ICCA) dipergunakan di ICU. Alat ini akan membantu dokter memberi perawatan dengan lebih cepat dan tepat. Philips Indonesia bekerja sama dengan RS Kasih Ibu Bali menyediakan sistem teknologi terintegrasi pertama di Indonesia. Alat IntelliSpace Critical Care and Anesthesia (ICCA) dipergunakan di ICU. Alat ini akan membantu dokter memberi perawatan dengan lebih cepat dan tepat. Philips Indonesia bekerja sama dengan RS Kasih Ibu Bali menyediakan sistem teknologi terintegrasi pertama di Indonesia.

KOMPAS.com - Rumah Sakit Kasih Ibu menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi connected care.

Disampaikan oleh Presiden Kasih Ibu Hospital Group, Khrisnawenda Duarsa, penerapan teknologi digital tersebut menjadi kemajuan bagi rumah sakit tersebut.

Ia mengatakan connected care merupakan solusi sistem teknologi perawatan yang terkoneksi menggunakan jaringan WiFi. Dengan tujuan, unutk memastikan kelancaran perawatan dan alur informasi yang lebih tepat waktu antara pasien dan tenaga profesional kesehatan.

"Sudah 70 persen paperless. Teknologi juga akan berhubungan dengan metode kerja yang bekerja (tenaga medis). Maka saat ketemu ICCA (bagian dari connected care dari Phillips), tidak tidak hanya beradaptasi dengan digitalisasi tapi juga bisa meningkatkan efisiensi bekerja dan waktu," kata Khrisna dalam acara perkenalan situs referensi pertama Philips iGS dan ICCA di Indonesia, Bali, Rabu (30/10/2019).

Dampak positif dari teknologi digital mampu menggeser hal-hal yang selama ini menjadi kendala di rumah sakit.

"Visi (dari rumah sakit) Kasih Ibu Group yaitu berawal dari mimpi founder untuk menyediakan layanan kesehatan berkualitas dan patient safety," ujar Khrisna.

Baca juga: PERSI Bali Sebut 3 Tantangan Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Penggunaan dari teknologi yang telah terkoneksi atau terintegrasi ini, lanjut Krishna, menjadikan visi sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan lebih efektif dan efisien.

"Patient safety itu sangat erat dengan digitalisasi. Jadi mau tak mau itu sangat berkaitan. Bagaimana adanya pertukaran informasi yang berstandar yang baik, dan tanpa teknologi itu rasanya akan sulit untuk membuat patient safety," tuturnya.

Tidak hanya itu, kata Khrisna, perawat di RS Kasih Ibu saat ini juga bahkan selalu berlomba-lomba untuk menggunakan Electronic Medical Record (EMR) atau rekam medis elektronik saat menjaga pasien rawat inap.

"Planning kami ke depannya yaitu mengoptimalkan penggunaan teknologi digital yang sudah ada di rumah sakit kami saat ini. Maksudnya optimalisasi internal masih perlu diperbaiki," ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X