Bali Bisa Jadi Destinasi Wisata Kesehatan Indonesia, Ini Alasannya...

Kompas.com - 01/11/2019, 08:45 WIB
Ilustrasi rumah sakit SHUTTERSTOCKIlustrasi rumah sakit

KOMPAS.com - Bali ditargetkan menjadi destinasi medical tourism ( wisata kesehatan) di Indonesia. Bali ditargetkan menjadi seperti negara tetangga, yani Malaysia dan Singapura, yang sudah menjadi tujuan wisata kesehatan masyarakat dunia.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia ( PERSI) wilayah Bali, Dr i Gede Wiryana Patra Jaya. Menurut Patra, ada kondisi yang cukup unik di Bali.

"Di Bali ada yang berbeda yaitu turis asing. Nah kondisi rumah sakit di Bali dan fasilitas kesehatan lainnya harus disesuaikan dengan permintaan yang berbeda-beda dari turis yang datang. Jadi bisa dibilang standarnya akan berbeda dengan standar pelayanan nasional," kata Patra dalam acara perkenalan situs referensi pertama Philips iGS dan ICCA di Indonesia, Bali, Rabu (30/10/2019).

Dengan adanya keunikan tersebut, pemerintah setempat percaya Bali bisa menjadi wisata kesehatan.

Baca juga: PERSI Bali Sebut 3 Tantangan Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Patra juga menyebutkan beberapa hal di bidang kesehatan yang telah banyak diminati turis asing di Bali. Banyak turis asing yang datang ke Bali untuk melakukan hal yang berhubungan dengan kesehatan atau terapi.

Pertama, program bayi tabung dikatakan Patra sudah banyak diminati oleh turis China dan Hongkong. Kedua, operasi plastik yang diminati oleh orang-orang dari Australia.

"Maaf ya kalau wanita itu kan kalau sudah berusia banyak yang ingin diubah lagi, atau perutnya yang berlebih, ya operasi plastik di Bali sudah banyak diminati. Bahkan kita juga sudah bisa melakukan treatment menambahkan bagian organ yang lain, dari lemak orang itu sendiri yang sudah disedot tadi, fat transfer jadi tidak perlu suntik silikon," jelasnya.

Ketiga, dental radiografi yang banyak digemari orang-orang dari Australia. Hal itu dikarenakan dental di Bali, kata Patra, memiliki dengan kualitas bagus dengan harga lebih murah dibandingkan Australia.

"Masih banyak lagi sebenarnya, kayak ikat usus untuk orang-orang yang gemuk, juga botox atau yang lain juga sudah tidak kalah saing sebenarnya Indonesia dengan luar negeri," tuturnya.

Baca juga: Pernah Suntik Silikon Cair Persulit Deteksi Kanker Payudara

Keempat, tak sedikit turis yang long stay atau menetap dalam jangka waktu panjang. Biasanya hal ini dilakukan oleh mereka yang sudah pensiun atau sudah berusia tua, dan fungsi organ-organ tubuhnya sudah banyak yang menurun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X