Kompas.com - 31/10/2019, 10:48 WIB
Gempa Pangandaran M 4,8, terjadi pada Kamis (31/10/2019) pukul 8.56 WIB. Tidak berpotensi tsunami. Gempa Pangandaran M 4,8, terjadi pada Kamis (31/10/2019) pukul 8.56 WIB. Tidak berpotensi tsunami.

KOMPAS.com - Wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik pada pukul 08:56:12 WIB, Kamis (31/10/2019).

Disampaikan oleh Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang, Hendri Nugroho ST MSi, dari analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tektonik tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gempa bumi yang terjadi itu berkekuatan Magnitudo 4,8 dengan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8.23 LS - 108.25 BT, tepatnya berada di laut pada jarak 64 kilometer Barat Daya, Kabupaten Jawa Barat, dengan kedalaman 25 kilometer.

"Ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal, akibat adanya aktivitas gempa bumi di intraslab Lempeng Eurasia," kata Hendro.

Baca juga: Gempa Dahsyat Guncang Mindanao Filipina, Terasa Sampai Indonesia

Dampak gempa bumi tersebut, digambarkan oleh peta tingkat guncangan atau disebut Shakemap BMKG, dan berdasarkan laporan dari masyarakat, kata Hendro, gempa bumi ini juga dirasakan di berbagai wilayah sekitar lainnya.


Seperti wilayah Cilacap dengan Skala Intensitas II MMI, Ciamis, Tasikmalaya, Banjar dengan skala I-II MMI, Pangandaran dengan Skala Intensitas II - III MMI.

"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut," tuturnya.

Hingga pukul 09.25 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Baca juga: Gempa Hari Ini: M 5,2 Guncang Mentawai, Ada Sejarah Lindu Kuat di Sana

Hendro mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempa bumi tersebut.

Dia juga mengingatkan untuk hanya percaya informasi resmi tentang peristiwa gempa bumi dengan skala magnitudo kurang dari lima itu hanya bersumber dari BMKG, yang disebarkan melalui website resmi BBMKG, http://balai2.bmkg.go.id/.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Oh Begitu
Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Kita
Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Oh Begitu
Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Kita
Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Fenomena
Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Oh Begitu
Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Fenomena
Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Oh Begitu
Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Oh Begitu
Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Virus Corona Terus Bermutasi, Apakah Akan Muncul Varian Mahakuat?

Virus Corona Terus Bermutasi, Apakah Akan Muncul Varian Mahakuat?

Oh Begitu
Varian Virus Corona Delta Menggandakan Risiko Rawat Inap, Ini Risetnya

Varian Virus Corona Delta Menggandakan Risiko Rawat Inap, Ini Risetnya

Oh Begitu
6 Cara Mengurangi Keringat Berlebih Saat Musim Kemarau

6 Cara Mengurangi Keringat Berlebih Saat Musim Kemarau

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X