5 Jenis Makanan yang Paling Baik untuk Menjaga Kesehatan Mata

Kompas.com - 25/10/2019, 07:05 WIB
Ilustrasi ThinkstockIlustrasi

KOMPAS.com - Mata merupakan organ penting karena berperan dalam penglihatan manusia. Oleh sebab itu, penting sekali untuk menjaga kesehatan mata.

Ada beberapa vitamin yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan mata, yakni vitamin A, beta-karoten, E, C serta vitamin B. Vitamin-vitamin dapat mendukung fungsi kornea, melawan radikal bebas, membantu mata untuk melihat dalam kondisi cahaya rendah serta melindungi mata dari kerusakan oksidatif.

Sebuah studi yang berjudul The Age-Related Eye Disease yang diterbitkan pada tahun 2001 bahkan menemukan bahwa nutrisi tertentu, seperti seng, tembaga, vitamin C, vitamin E dan beta-karoten, dapat mengurangi risiko penurunan kesehatan mata sebesar 25 persen.

Berikut adalah beberapa makanan yang kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh mata:

Baca juga: Salshabilla Adriani Nyaris Buta karena Softlens, Ini Kata Dokter Mata

1. Ikan

Ikan memiliki banyak minyak dalam tubuhnya, terutama pada bagian usus dan jaringan tubuh mereka.

Minyak ikan ini kaya akan sumber asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi mata, termasuk mengembalikkan kondisi mata kering, termasuk yang disebabkan karena menatap layar komputer terlalu lama.

Jenis-jenis ikan yang direkomendasikan, misalnya tuna, salmon, trout, kembung, sarden, teri dan haring.

2. Kacang-kacangan

Kacang juga kaya akan asam lemak omega-3, dan vitamin E yang dapat melindungi mata dari kerusakan akibat usia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X