India Luncurkan Roket ke Bulan, Kini Hilang Tanpa Jejak

Kompas.com - 24/10/2019, 18:04 WIB
Roket Chandrayaan-2 saat diluncurkan dari Pusat Antariksa Satish Dhawan Sriharikota, pada Senin (22/7/2019), pukul 14.43 petang waktu setempat. Peluncuran bersejarah itu akan menjadi pencapaian besar bagi India, menyusul Rusia, Amerika Serikat, dan China, sebagai negara yang pernah melakukan misi pendaratan pesawat luar angkasa ke Bulan. AFP/ARUN SANKARRoket Chandrayaan-2 saat diluncurkan dari Pusat Antariksa Satish Dhawan Sriharikota, pada Senin (22/7/2019), pukul 14.43 petang waktu setempat. Peluncuran bersejarah itu akan menjadi pencapaian besar bagi India, menyusul Rusia, Amerika Serikat, dan China, sebagai negara yang pernah melakukan misi pendaratan pesawat luar angkasa ke Bulan.

KOMPAS.com – India telah meluncurkan roket berisi perangkat penjelajah ke Bulan pada Senin (22/7/2019). Roket tersebut bernama Chandrayaan-2, diluncurkan tepat pukul 14.43 petang waktu setempat dari Andhra Pradesh di selatan India.

Peluncuran roket tersebut menjadi upaya India dalam menyusul Rusia, Amerika Serikat, dan China sebagai negara-negara yang pernah meluncurkan misi pendaratan ke Bulan.

Namun, Indian Space Research Organisation (ISRO) menyebutkan sempat hilang kontak dengan pendarat Chandrayaan-2 yaitu Vikram saat mendarat di Bulan.

Baca juga: Sempat Hilang Kontak, Wahana Pendarat India Sampai di Permukaan Bulan

Sebelum hilang, Chandrayaan-2 tampak berada pada jarak dua kilometer di atas permukaan Kutub Selatan Bulan.

Sukacita warga India merayakan peluncuran roket Chandrayaan-2 di kawasan Sriharikota, India, Senin (22/7/2019). Peluncuran bersejarah itu akan menjadi pencapaian besar bagi India, menyusul Rusia, Amerika Serikat, dan China, sebagai negara yang pernah melakukan misi pendaratan pesawat luar angkasa ke Bulan.AFP/ARUN SANKAR Sukacita warga India merayakan peluncuran roket Chandrayaan-2 di kawasan Sriharikota, India, Senin (22/7/2019). Peluncuran bersejarah itu akan menjadi pencapaian besar bagi India, menyusul Rusia, Amerika Serikat, dan China, sebagai negara yang pernah melakukan misi pendaratan pesawat luar angkasa ke Bulan.

Hingga saat ini, National Aeuronautics and Space Administration (NASA) belum bisa menemukan jejak Chandrayaan-2. Pesawat ulang alik tersebut dinyatakan hilang tanpa jejak.

“Mungkin pendarat Vikram berlokasi di tengah bayangan, atau di luar area pencarian,” tutur Deputy Project Scientist dari Lunar Reconnaisance Orbiter (LRO) NASA seperti dikutip dari Science Alert, Kamis (24/10/2019).

Baca juga: India Sudah Sampai Bulan, Akankah Indonesia Menyusul?

LRO telah dua kali mengorbit bulan untuk mengambil gambar lokasi pendaratan Chandrayaan-2. Pengambilan pertama dilakukan pada September lalu, dan tidak membuahkan hasil.

Pengambilan gambar kedua dilakukan baru-baru ini, dan LRO tetap kembali dengan tangan kosong. Area pendaratan Chandrayaan-2 tetap dinyatakan kosong.

“Atau mungkin kami harus mencari di titik lain,” tambahnya.

Baca juga: Tidak Kapok, 3 Astronot Kembali Menuju ISS dengan Roket Soyuz

Awal tahun ini, roket lainnya yang mendarat di Bulan juga mengalami kecelakaan serupa. Roket tersebut bernama Beresheet dari SpaceIL, Badan Antariksa Israel.

Namun, NASA berhasil menemukan bangkai pesawat tersebut di permukaan bulan menggunakan teknik yang sama dengan pencarian Chandrayaan-2.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X