Belum Ada Kulkas, Manusia Purba Sudah Simpan Makanan Buat Besoknya

Kompas.com - 15/10/2019, 20:04 WIB
Ilustrasi manusia purba berburu dan membunuh kukang tanah raksasa. Ilustrasi manusia purba berburu dan membunuh kukang tanah raksasa.

KOMPAS.com - Kebiasaan menyimpan makanan untuk dikonsumsi di hari berikutnya ternyata sudah ada sejak dahulu kala. Hal ini dibuktikan oleh temuan di sebuah gua di Israel dari 420.000-200.000 tahun yang lalu.

Gua Qesem yang berjarak sekitar 12 km dari Tel Aviv tersebut diidentifikasi sebagai situs permukiman manusia purba.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di Science Advances, terungkap kalau manusia prasejarah saat itu menyimpan sumsum tulang sehingga mereka bisa memakannya di lain waktu.

Belum diketahui spesies hominin mana yang melakukan penyimpanan makanan ini. Namun hal ini setidaknya memberikan gambaran lebih luas lagi, bahwa manusia prasejarah menunjukkan banyak perilaku modern, termasuk memahami jika makanan mungkin tidak tersedia di masa depan.

Baca juga: Bayi Prasejarah Juga Minum Susu Pakai Botol, Ini Buktinya

Sumsum tulang sendiri sangat bergizi sehingga akan menjadi sumber makanan yang berharga bagi manusia purba.

"Ini merupakan bukti paling awal dari perilaku menyimpan makanan dan membuka wawasan sosial ekonomi manusia yang tinggal di Qesem," ujar Ruth Blasco dari Pusat Penelitian Nasional Evolusi Manusia Spanyol.

Blasco mulai bekerja di situs Qesem pada 2011 untuk menganalisis fauna yang ditemukan di sana. Ia lantas menyadari ada tanda-tanda yang tidak biasa pada tulang-tulang hewan yang terdapat di gua.

Setelah menganalisis hampir 82.000 tulang-tulang hewan, ia bersama tim kemudian dapat menyimpulkan bahwa sumsum tulang disimpan untuk dikonsumsi di kemudian hari.

"Tulang hewan buruan seperti rusa dipotong dengan unik. Tulang masih tertutup dengan kulit untuk membantu mengawetkan sumsum sehingga bisa dikonsumsi saat dibutuhkan, bahkan berminggu-minggu setelah hewan itu mati, " jelas Blasco lagi.

Baca juga: Kali Pertama, Ilmuwan Ungkap Burung Prasejarah Berwarna Biru

Selama ini orang-orang Paleolitik diyakini sebagai pengumpul pemburu. Mereka mengonsumsi apa pun yang ditangkap pada hari itu dan bertahan dalam kelaparan ketika sumber makanan langka.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

Oh Begitu
Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Oh Begitu
9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

Oh Begitu
BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Fenomena
Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Fenomena
[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

Fenomena
NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

Fenomena
Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Fenomena
Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Oh Begitu
Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Oh Begitu
BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

Oh Begitu
BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

Oh Begitu
Cara Mudah Meningkatkan Metabolisme dan Menurunkan Berat Badan

Cara Mudah Meningkatkan Metabolisme dan Menurunkan Berat Badan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X