Geser Rekor Jupiter, Saturnus Punya 20 Satelit yang Baru Terungkap

Kompas.com - 09/10/2019, 08:03 WIB
Potret terbaru Planet Saturnus dari teleskop Hubble (NASA/ESA, A. Simon/GSFC/M.H. Wong/University of California, Berkeley/OPAL Team)Potret terbaru Planet Saturnus dari teleskop Hubble

KOMPAS.com -Ada kabar terbaru dari dunia astronomi. Saturnus berhasil menggeser posisi Jupiter sebagai planet dengan satelit terbanyak di Tata Surya. Berita tersebut diungkapkan oleh Carnegie Institution for Science, Senin (7/10/2019).

Para ilmuwan telah menemukan 20 satelit yang belum pernah diketahui sebelumnya, tengah mengorbit pada Saturnus.

Hal tersebut membuat Saturnus kini memiliki total 82 satelit. Sementara Jupiter sendiri hanya punya 79 satelit.

Temuan ini pun dapat membuka petunjuk baru mengenai bagaimana Saturnus dan satelit-satelitnya bisa menjadi seperti sekarang ini.

Baca juga: Teleskop Hubble Tangkap Potret Terbaru Saturnus, Ternyata Seindah Ini

"Kami menggunakan beberapa teleskop terbesar di dunia untuk menyelesaikan inventarisasi satelit-satelit di sekitar planet raksasa. Mereka punya peran penting untuk membantu menentikan bagaimana planet di Tata Surya terbentuk dan berevolusi," tutur Scott Sheppard, salah satu astronom di Carnegie Institution for Science.

Satelit-satelit yang ditemukan tersebut berdiameter sekitar 5 kilometer, dan 17 di antaranya mengorbit berlawanan arah dengan arah rotasi Saturnus.

Ilmuwan sendiri kemudian membagi satelit-satelit tersebut dalam 3 kelompok berdasarkan sudut orbit mereka terhadap Saturnus, yakni kelompok Norse, kelompok Inuit, dan kelompok Gallic.

Para ilmuwan berpendapat jika satelit-satelit itu awalnya berasal dari satelit yang lebih besar dan kemudian pecah menjadi kecil. Penyebab pecahnya bisa karena tabrakan keras yang terjadi antar bulan di sistem Saturnus atau dengan benda-benda seperti asteroid atau komet.

Studi lebih lanjut akan membantu menentukan jenis tabrakan apa yang menciptakan satelit-satelit tersebut serta bagaimana kondisi di sekitar Saturnus pada masa itu.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Bumi Kok Tak Punya Cincin Seperti Saturnus?

Keterlibatan Publik

Temuan satelit dengan jumlah yang cukup banyak ini rupanya juga menginspirasi Carnegie Institution for Science untuk membuat sebuat kompetisi online. Kompetisi itu bertujuan untuk mengajak publik ikut serta memberi nama satelit-satelit baru tersebut.

"Kali ini, satelit harus dinamai dari mitologi Norse, Gallic, atau Inuit," terang Sheppard.

Anda pun juga bisa berpartisipasi dengan mengirimkan tweet ke @SaturnLunacy dengan menggunakan tagar #NameSaturnsMoons.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X