Benarkah Perumahan Baru Lebih Banyak Ularnya?

Kompas.com - 08/10/2019, 19:06 WIB
Cuplikan video dan foto penangkapan ular yang diklaim berlokasi di Taman Giri Loka. Video viralCuplikan video dan foto penangkapan ular yang diklaim berlokasi di Taman Giri Loka.

KOMPAS.com – Beberapa foto dan video baru-baru ini viral di dunia maya. Foto dan video tersebut menunjukkan penangkapan ular yang diklaim berlokasi di perumahan kawasan BSD.

Foto-foto dan video yang beredar tersebut membuat warganet bertanya-tanya, benarkah perumahan baru lebih banyak ularnya?

Ular sudah ada di situ (habitatnya). Memang ada ular yang teradaptasi dengan kondisi dekat perumahan. Ada tikus sebagai pakan utamanya. Ada juga cicak, kadal, burung,” tutur Pakar Herpetologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy kepada Kompas.com, Selasa (8/10/2019).

Baca juga: Penangkapan Ular di Taman Giri Loka, Berikut Tanggapan Pakar LIPI

Amir menyanggah pendapat bahwa perumahan baru lebih banyak ularnya dibanding perumahan lama. Menurutnya, banyak atau tidaknya ular tergantung kebersihan masing-masing rumah.

“Bukan pengaruh baru atau lama perumahannya. Ketika kita menciptakan sebuah lingkungan baru, kondisinya bagaimana, bersih atau tidak. Ular akan datang jika lingkungannya tidak bersih,” tambahnya.

Kotor dan Lembap

Dua ciri-ciri rumah atau perumahan yang kerap didatangi ular adalah kotor dan lembap. Dua hal ini menurut Amir sangat disukai ular.

“Kalau bersih, sampah tidak bertumpuk, tidak akan ada tikus. Kalau tidak ada tikus, tidak akan ada ular. Ular datang ke rumah karena rumah kita yang jorok. Tidak pernah dipel, pasti ular datang,” tegasnya.

IlustrasiThinkstock/GlobalP Ilustrasi

Amir menyebutkan bahwa penting bagi kita untuk membersihkan dan mengepel rumah. Karbol adalah medium yang ampuh mengusir ular dari rumah.

“Ular punya indera atau sensor yang mendeteksi bau-bauan. Oleh karena itu penggunaan karbol untuk mengepel bisa juga untuk mengusir ular, mereka (ular) tidak suka bau menyengat,” tambahnya.

Baca juga: Viral Ular Berkaki di Karhutla Riau, Ahli Tegaskan Itu Bukan Kaki

Oleh karena itu, Amir menyebutkan penting bagi penghuni rumah untuk mengepel setiap hari. Ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan agar ular tidak masuk ke dalam rumah.

“Harus rajin mengepel, setiap hari kalau bisa menggunakan karbol. Jangan menyediakan tempat lembap seperti tumpukan kardus. Kemudian, saluran air harus ada kasa atau saringannya,” tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X