Penangkapan Ular di Perumahan BSD, Berikut Tanggapan Pakar LIPI

Kompas.com - 08/10/2019, 18:37 WIB
Cuplikan video dan foto penangkapan ular yang diklaim berlokasi di Taman Giri Loka. Video viralCuplikan video dan foto penangkapan ular yang diklaim berlokasi di Taman Giri Loka.

KOMPAS.com - Dua video dan beberapa foto di media sosial menunjukkan penangkapan ular yang diklaim berlokasi di perumahan kawasan BSD. Penangkapan dilakukan pada siang hari.

Menurut keterangan yang menyertai video tersebut, ada 15 ular yang tertangkap dengan tujuh di antaranya berjenis kobra.

Pakar herpetologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy, ketika dihubungi Kompas.com pada Selasa (8/10/2019) membenarkan bahwa ular yang ditampilkan dalam video adalah ular kobra.

Namun, dia juga menekankan bahwa ular berbisa, seperti kobra, weling dan welang, rata-rata aktifnya pada malam hari. Itulah sebabnya sweeping ular berbisa seharusnya dilakukan pada malam hari.

Baca juga: Satpam Tewas Digigit Ular Weling, Isap Darah adalah Kesalahan Besar

Selain itu, sebagai seorang peneliti ular, Amir tidak bisa memercayai banyaknya ular yang diklaim berhasil ditangkap di perumahan tersebut. Sebab, para peneliti yang menjelajahi hutan habitat ular sekalipun, hanya bisa mendapatkan sampel paling banyak 10 ekor dalam 2-3 minggu.

Apalagi bila penangkapan dilakukan di penghujung musim kemarau seperti saat ini. Ular baru aktif pada awal dan penghujung musim hujan, dan berkurang aktivitasnya pada musim kemarau.

"Jadi, kita itu harus agak hati-hati dengan isu ini. Kalau memang ingin sweeping ular, ya boleh-boleh saja, tetapi carikan yang benar-benar profesional," ujarnya.

Untuk diketahui, pada saat ini sudah ada beberapa organisasi pencinta ular yang telah melalui pelatihan sweeping ular.

Baca juga: Satpam Tewas Digigit Ular Weling, Apa Bedanya Weling dengan Welang?

Amir pun meminta masyarakat untuk lebih jeli dalam menanggapi isu ini. Dengan demikian, masyarakat tidak sampai dikelabuhi atau ditakut-takuti oleh oknum yang dengan sengaja melepaskan dan menangkap ular yang dibawanya sendiri untuk mengklaim telah berhasil men-sweeping banyak ular di area tersebut.

Agar tidak tertipu, Amir memaparkan cara membedakan ular kobra yang memang betul-betul ditangkap dari alam dan yang pernah disimpan dalam karung.

"Dilihat dari moncongnya, kalau sudah putih itu berarti dia (ular kobra) sudah di dalam karung. Kalau moncongnya masih bersih, galak dan kalau dipegang menyemprotkan bisa, kemungkinan dia masih dari alam," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X