Kompas.com - 27/09/2019, 13:03 WIB

KOMPAS.com - Machu Picchu menjadi salah satu situs peradaban peninggalan suku Inca yang mengagumkan. Pasalnya situs ini terletak sekitar 2438 meter di atas permukaan laut, lokasinya pun juga berada di atas punggung gunung yang sempit di Andes.

Selama ini belum ada yang tahu alasan mengapa suku Inca memilih lokasi yang terpencil dan tidak dapat diakses ini. Hal ini pun telah lama menjadi misteri bagi para ahli.

Namun sebuah studi terbaru yang dipresentasikan oleh Rualdo Menegat, dari Federal University of Rio Grade do Sul di Brazil, pada Pertemuan Tahunan Masyarakat Geologi Amerika berhasil mengungkap alasan di baliknya.

Baca juga: Studi Baru Tunjukkan Bagaimana Pegunungan Andes Terbentuk dan Tumbuh

Menurut Menegat, lokasi tersebut sengaja dipilih karena kemungkinan ada hubungannya dengan kondisi yang disebut dengan tectonic faults, zona patahan antara dua blok batu di kerak Bumi yang panjangnya bisa berkisar dari beberapa milimeter hingga ribuan meter.

"Bagi saya tidak ada peradaban yang dapat dibangun di Andes tanpa mengetahui bebatuan dan pegunungan di wilayah itu. Pengetahuan apa yang di miliki oleh masyarakat Inca, itu yang menjadi subyek penelitian saya," kata Menegat seperti dilansir Newsweek, Selasa (24/9/2019).

Untuk penelitiannya, Menegat menggunakan citra satelit dan studi lapangan untuk memetakan jaringan patahan yang beberapa di antaranya memiliki panjang sekitar 177 km dan terletak di bawah Machu Picchu.

"Studi lapangan dilakukan dalam 4 ekspedisi pada tahun 2001, 2006, 2010, dan 2012. Sementara Analisi satelit dilakukan di laboratorium. Saya juga menggunakan berbagai deskripsi dan studi geologi dari wilayah Cusco dan Lembah Suci," terang Menegat.

Hasilnya, Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut berada tepat di atas persimpangan dari 3 jalur patahan utama yang hampir membentuk 'X'. Jaringan patahan ini bertanggung jawab atas bentuk pegunungan, lembah, bebatuan yang terlepas dari lereng.

Baca juga: Bukti Perkelahian Kuno di Andes Ditemukan

Hal tersebut akhirnya yang membuat masyarakat Inca memilih lokasi-lokasi di persimpangan patahan sebab menawarkan banyak bahan bangunan dalam bentuk yang sebelumnya sudah retak. Suku Inca pun dengan mudah membangun bangunan dan mengambil berbagai bentuk batu seperti segitiga, segi enam yang cocok secara gemotris di dinding bangunan.

Suku Inca juga menggunakan bebatuan yang tersedia untuk membuat struktur bangunan tanpa mortar, perekat yang digunakan dalam bangunan. Sehingga seperti yang bisa kita lihat, hampir tak ada celah yang terlihat pada bangunan Machu Picchu.

Tak hanya itu saja, area patahan juga memberikan keuntungan lain. Sebagai contoh, wilayah patahan sekaligus bertindak sebagai sumber air.

Suku Inca berhasil mengetahuinya dan memungkinkan mereka membangun permukiman di lokasi patahan ini. Peradaban Inca pun pada akhirnya bertahan tanpa adanya kelaparan. Machu Picchu baru ditinggalkan selama penaklukan yang dilakukan Spanyol.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Newsweek


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.