Jangan Anggap Remeh, Ubi Kayu adalah Bahan Pangan Berkualitas

Kompas.com - 26/09/2019, 19:02 WIB
Tukin dan hasil panennya (singkong). DEWANTO PUTERATukin dan hasil panennya (singkong).

KOMPAS.com - Kita tentu kenal dengan singkong alias ubi kayu. Bahan pangan satu ini bisa diolah menjadi aneka makanan, mulai dari hanya direbus atau dijadikan jajanan tradisional.

Bagi kita yang tinggal di Indonesia, tentu cukup mudah mendapatkan makanan satu ini. Apalagi Indonesia merupakan negara penghasil singkong terbanyak keempat di dunia setelah Nigeria, Thailand dan Brasil.

Jumlah yang dihasilkan per tahun oleh Nigeria yaitu berkisar 57 juta ton. Diikuti oleh Thailand dengan kisaran 30 juta ton, lalu Brasil dengan kisaran 23 juta ton. Indonesia sendiri memproduksi ubi kayu sekitar 20-21 juta ton singkong.

Singkong kaya akan kandungan beta karoten. Senyawa organik yang ditemukan secara alami dalam buah dan sayur-sayuran ini juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh manusia. Oleh seab itu, singkong merupakan sumber pangan lokal yang berkualitas.

Baca juga: Hari Tani Nasional, LIPI Kenalkan Varietas Unggulan Padi dan Singkong

Peneliti Pusat Bioteknologi Pertanian LIPI spesialis singkong Ahmad Fathoni mengatakan, singkong memiliki daya saing untuk produksi dan penguatan sebagai bahan pangan berkualitas.

Untuk mewujudkan itu, LIPI mengembangkan varietas unggul singkong yang memiliki kandungan betakaroten dengan nama Carvita 25.

Manfaat beta karoten

Beta karoten memiliki karakter berupa senyawa organik, golongan terpenoids dengan 40 rantai C, bersifat non polar, dan larut dalam lemak.

Selain itu, beta karoten juga merupakan senyawa pigmen (pewarna alami dalam buah atau sayur) yang dominan berwarna merah atau jingga. Beta karoten juga memiliki disentesis alami oleh tumbuhan atau buahan itu sendiri.

"Makanya kalau mau tahu ubi yang bagus itu lihat warnanya. Yang kuning itu lebih bagus karena ada beta karotennya, juga lebih manis rasanya. Kalau yang berwarna putih itu pahit biasanya," kata Thoni di Cibinong LIPI, Selasa (24/9/2019).

Dia melanjutkan, kandungan pada beberapa jenis ubi kayu atau singkong seperti manggu yang berwarna putih, memiliki kandungan sianida, meski tidak dalam takaran yang tinggi.

Untuk mencirikannya yaitu pada rasa pahit dari ubi kayu tersebut. Semakin pahit maka tingkat kandungan pati dan sianidanya juga semakin tinggi, walaupun ubi kayu yang jenis tersebut juga bisa digunakan untuk melawan kanker pada porsi medisnya tersendiri.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X