Kompas.com - 26/09/2019, 17:05 WIB
Ilustrasi singkong slpu9945Ilustrasi singkong

KOMPAS.com - Indonesia merupakan negara penghasil ubi kayu atau singkong terbanyak keempat di dunia setelah Nigeria, Thailand dan Brasil.

Jumlah yang dihasilkan per tahun oleh Nigeria yaitu berkisar 57 juta ton. Diikuti oleh Thailand dengan kisaran 30 juta ton, lalu Brasil dengan kisaran 23 juta ton. Indonesia sendiri memproduksi ubi kayu sekitar 20-21 juta ton singkong.

Meskipun dalam tiga tahun terakhir ini Indonesia berada di posisi ke empat terbanyak penghasil singkong, faktanya Indonesia juga pernah mengalahkan Brasil dalam penghasil singkong.

Namun, hal yang masih menjadi dilema masyarakat yaitu perihal singkong import dari negara lain seperti Thailand.

Potensi dan pemanfaatan singkong

Menurut peneliti dari Pusat Bioteknologi Pertanian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) spesialis ubi, Ahmad Fathoni, kebutuhan bahan pangan dari dasar ubi seperti tepung guna membuat berbagai kudapan juga semakin tinggi di Indonesia.

"Makanya, import singkong itu ya untuk membuat kebutuhan tapioka (tepung dari ubi) itu terpenuhi. Kan di kita sendiri banyak sekali makanan konsumsi yang di buat itu bahannya singkong, tapi hasil singkong kita kadang gak cukup," kata Thoni dalam rangka media visit Bioteknologi Pertanian LIPI Cibinong sekaligus peringatan Hari Tani Nasional, Selasa (25/9/2019).

Baca juga: Hari Tani Nasional, LIPI Kenalkan Varietas Unggulan Padi dan Singkong

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemanfaatan singkong juga beragam, yaitu menjadi makanan pokok juga bisa digunakan untuk pangan, pakan ternak, biothanol, dan beberapa industri lainnya termasuk kemasan.

"Bahkan LIPI bersama dengan beberapa UKM pengelolaan makanan berbahan mocraf ubi kayu, misal ada yang dibuat jadi mie salah satunya. Itu menjanjikan, permintaan pasar meningkat, hanya saja kendala UKM nya pasokan ubi yang kurang stabil dan harganya juga," imbuhnya.

Thoni menjelaskan hampir semua bagian pada ubi kayu bisa dimanfaatkan. Daunnya bisa diambil embrio atau gennya selain tentunya dimasak. Tak hanya daging, kulitnya juga bisa dimanfaatkan. Batangnya bisa digunakan untuk memperbanyak tanaman tersebut.

Selain itu, tanaman singkong bisa dibudidayakan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk di lahan sub-optimal, serta lebih tahan terhadap kekeringan.

Baca juga: Prabowo Sebut Aren dan Singkong untuk Biofuel, Apa Kata Ahli?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.