Kompas.com - 25/09/2019, 09:06 WIB
Gurun Sahara WikipediaGurun Sahara

KOMPAS.com - Sudah sejak kapan Gurun Sahara ada di muka Bumi ini? Jawabannya beragam dan telah lama jadi perdebatan di dunia penelitian.

Namun kini, sebuah studi berhasil mengungkap umur dari Gurun Sahara, memberikan bukti baru pada perdebatan yang sudah berlangsung lama.

Penelitian yang dilakukan oleh Daniel Muhs, ahli geologi dari Denver, Colorado beserta rekan-rekannya menunjukkan gurun setidaknya berumur 4,6 juta tahun.

"Orang-orang telah berusaha mencari jawabannya selama beberapa dekade. Dan penelitian terbaru menunjukkan Gurun Sahara sudah ada sejak awal jaman Pleistosen," kata Muhs, seperti dikutip dari Newsweek, Senin (23/9/2019).

Baca juga: Misteri Ratusan Struktur Batu Berusia Ribuan Tahun di Sahara

Hal tersebut disimpulkan berdasarkan analisis debu Sahara kuno yang ditemukan di Kepulauan Canary Spanyol yang terletak di lepas pantai barat laut Afrika.

Kepulauan ini memiliki fenomena cuaca yang dikenal dalam bahasa lokal sebagai 'Calima'. Fenomena ini terjadi setiap tahun dan menyeret sejumlah besar debu dari Sahara menuju Samudra Atlantik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para peneliti pun lantas menyelidiki sedimen untuk mengidentifikasi dan menentukan usia debu purba tersebut atau yang disebut dengan paleosol. Di salah satu lokasi penelitian, tim menemukan terdapat mineral yang tidak mencerminkan geologi lokal pulau-pulau tersebut, menunjukkan sedimen tersebut berasal dari Sahara.

Selanjutnya peneliti dapat memperkirakan kapan debu-debu ini terbawa dari Sahara dengan bantuan batu vulkanik. Batuan tersebut mengandung mineral yang bertindak seperti jam geologis.

Baca juga: Sahara Tidak Selalu Gurun, Iklimnya Berubah-ubah Tiap 20.000 Tahun

Dan hasilnya, tim menemukan debu tertua Sahara berasal dari 4,6 juta tahun lalu. Temuan itu juga sesuai dengan data dari sedimen laut dalam yang menunjukkan peningkatan debu Sahara yang bertiup di atas Atlantik pada periode yang sama.

Memang masih ada kemungkinan jika Sahara berusia lebih tua lagi dibandingkan dari penelitian ini. Namun temuan terbaru tersebut bisa memberikan informasi serta pandangan lain mengenai Gurun Sahara.

Studi ini dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Geological Society of America di Phoenix, Arizona.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.