Kompas.com - 22/09/2019, 17:05 WIB

2. Jangan berkendara pada waktu kita biasa tidur

“Jika biasa tidur pada malam hari, maka hindari berkendara jarak jauh pada malam hari. Tapi kalau terbiasa tidur di siang hari, ya berkendara malam tidak masalah,” tuturnya.

3. Berhenti tiap dua jam

“Setiap dua jam, berhentilah untuk stretching selama 15 menit. Baru lanjutkan perjalanan,” tambah Dr Andreas.

Dr Andreas menekankan, berkendara dalam kondisi mengantuk lebih berbahaya dibandingkan mabuk. Oleh karena itu, lanjut ia, Anda harus mengenali tanda-tanda kantuk.

Pertama adalah ketika Anda mulai menguap. Kedua, ketika kepala sudah bersandar di headrest. Ketiga, saat sedang menyetir namun seperti tidak sadar. I

"Ini berarti separuh otak sedang tertidur," tutur Dr Andreas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.