Kompas.com - 10/09/2019, 19:04 WIB

STIGMA. Seperti banyak penyakit yang dianggap mengerikan, kusta tak terlepas dari satu kata ini.

Terlebih lagi, kusta memang salah satu penyakit menular yang tak banyak diketahui. Badan Kesehatan Dunia (WHO) sampai menyebutnya penyakit menular yang terabaikan.

Jumlah penderita, meski tidak bombastis, tetaplah angka yang banyak. Di Indonesia, jumlahnya paling tidak 15.000 penderita, itu pun data per akhir 2017. 

Baca juga: Ada Kusta di Antara Kita...

Angka penderita ini bisa jadi adalah puncak gunung es, mengingat banyaknya gejala kusta yang terlewat karena menyaru dengan penampakan penyakit lain.

Saat ini, jumlah penderita kusta di Indonesia adalah ketiga terbanyak di dunia, setelah India dan Brasil. 

Padahal, ada lebih banyak mitos daripada fakta yang berkembang di masyarakat atas penyakit bernama lain lepra dan Morbus Hansen ini.

Baca juga: 4 Mitos Kusta yang Salah Kaprah, Jangan Lagi Dipercaya

Lebih banyak ketidaktahuan, bahkan di kalangan medis, menaungi kusta. Sudah begitu, kusta yang terlambat apalagi tidak diobati dengan tepat akan memunculkan kecacatan fisik.

Ciri dan gejala kusta pun kerap menyaru dengan beragam gejala penyakit lain. 

Baca juga: Waspada Gejala Kusta Sebelum Alami Cacat Tubuh Permanen

Menjadi persoalan adalah saat penderita dan mantan penderita kemudian mengalami diskriminasi akibat mitos dan stigma yang bersilang sengkarut.

Padahal, memutus persoalan kusta tak hanya soal pengenalan sedini mungkin gejala dan pengobatan tuntas.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Oh Begitu
Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Oh Begitu
Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Kita
Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Oh Begitu
Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Prof Cilik
Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Oh Begitu
Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Oh Begitu
Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Oh Begitu
Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Oh Begitu
Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Oh Begitu
Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Oh Begitu
Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Kita
5 Objek Paling Terang di Tata Surya

5 Objek Paling Terang di Tata Surya

Oh Begitu
Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Fenomena
Trenggiling Makan Apa?

Trenggiling Makan Apa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.