Hari Tanpa Bayangan dan Ekuinoks, Sama atau Beda? Ini Penjelasannya

Kompas.com - 10/09/2019, 08:06 WIB
Ilustrasi sinar matahari last19Ilustrasi sinar matahari

KOMPAS.com - Hari tanpa bayangan seringkali dikaitkan dengan ekuinoks karena saat ekuinoks, ada beberapa wilayah Indonesia yang mengalami hari tanpa bayangan. Namun, ternyata tanpa ekuinoks pun, fenomena hari tanpa bayangan tetap bisa terjadi.

"Hari tanpa bayangan Matahari berbeda dengan ekuinoks," ujar astronom amatir, Marufin Sudibyo, kepada Kompas.com, Senin (9/9/2019)

Marufin menjelaskan bahwa ekuinoks merupakan aspek khusus dari hari tanpa bayangan Matahari, yang hanya terjadi pada titik-titik yang berada garis khatulistiwa.

Ekuinoks secara sederhana adalah satu masa di mana secara teoritis, panjang siang hari (yakni durasi di antara terbit hingga terbenamnya Matahari di tanggal tersebut) akan tepat sama di seluruh penjuru Bumi, yakni 12 jam.

Saat ekuinoks terjadi, maka Matahari akan terbit tepat di titik Timur sejati (azimuth 90º) dan terbenam tepat di titik Barat sejati (azimuth 270º) pada setiap tempat di manapun di permukaan Bumi.

Baca juga: Wilayah Indonesia akan Alami Hari Tanpa Bayangan, Catat Tanggalnya

"Pada saat ekuinoks, hanya titik-titik yang tepat berada di garis khatulistiwa saja yang akan mengalami fenomena hari tanpa bayangan Matahari," kata Marufin yang juga aktif di Jogja Astro Club dan International Crescent Observationts Project (ICOP).

"Di luar dari peristiwa ekuinoks, hari tanpa bayangan Matahari akan tetap terjadi, namun mengambil lokasi yang berbeda-beda asal tetap berada di dalam kawasan tropis yang dibatasi Garis Balik Utara di sisi utara dan garis Balik Selatan di sisi selatan," imbuh Marufin.

Pada saat hari tanpa bayangan Matahari terjadi tidak pada momen ekuinoks, maka panjang siang pada titik-titik di manapun di permukaan Bumi tidak akan setara 12 jam, sehingga terbitnya Matahari tidak akan tepat di titik Timur sejati. Demikian halnya dengan terbenamnya Matahari, tidak akan tepat berada di titik Barat sejati.

Sementara itu, faktor utama terjadinya hari tanpa bayangan itu sendiri adalah gerak semu tahunan Matahari yang demikian rupa sehingga deklinasi Matahari akan tepat sama dan senilai dengan garis lintang suatu tempat.

Pada saat hal itu terjadi, maka Matahari akan menempati titik zenith tempat tersebut dalam kulminasi atasnya, maka hari tanpa bayangan Matahari pun terjadi di tempat tersebut.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X