Kusta Bisa Dicegah, Berikut Saran Dokter untuk Mencegahnya

Kompas.com - 09/09/2019, 16:05 WIB
5 tanda yang harus diwaspadai sebagai gejala awal kusta KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI5 tanda yang harus diwaspadai sebagai gejala awal kusta

KOMPAS.com - Selain dapat diobati, hal lain tentang kusta yang sering kali tidak diketahui adalah bahwa penyakit ini dapat dicegah.

Disampaikan oleh Ketua Kelompok Studi Morbus Hansen Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, Dr. dr. Sri Linuwih Susetyo Wardhani Menaldi, SpKK(K) yang akrab disapa dokter Dini, berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kusta.

Pastikan lingkungan tetap hangat

Di luar tubuh manusia, bakteri ini Mycobacterium leprae dapat bertahan hidup antara 24-48 jam hingga 9 hari, tergantung suhu dan cuaca. Apalagi bila suhu sejuk (27-30 derajat Celcius), bakteri ini bisa bertahan hidup. Namun, untuk berkembang biak bakteri ini perlu berada di sel yang hidup.

Itulah sebabnya, di tubuh manusia pun M. leprae kerap ditemukan pada area-area yang relatif dingin seperti cuping telinga, dagu, di atas tulang pipi, juga pada saraf-saraf yang letaknya berada dekat permukaan kulit, seperti siku, kaki dan leher.

Baca juga: 3 Cara Mudah Mendeteksi Dini Kusta agar Tidak Sampai Cacat

Sebaliknya, semakin panas cuaca, maka semakin cepat M. leprae mati. Oleh karena itu, sangat penting untuk membiarkan sinar matahari masuk ke dalam rumah, dan usahakan tidak ada tempat lembap di dalam rumah.

Kenali tanda kusta sejak awal

Anda bisa mengenali kusta dengan lima tanda utama. Dokter Dini meminta Anda agar melihat atau menemukan tanda yang biasanya terjadi di kulit, yakni bercak merah atau putih yang tidak terasa gatal atau sakit, serta tidak sembuh ketika Anda obati dengan obat kulit biasa.

“Mengenal atau menemukan tanda kusta secara dini (awal), baik oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat, dapat memutus rantai penularan karena dapat segera diobati,” jelas dr. Dini.

Anda juga bisa melakukan beberapa tes sederhana untuk mendiagnosis adanya kusta ini, seperti menguji kepekaan kulit yang mengalami kelainan dengan rasa raba dan suhu, meraba saraf tepi untuk mengetahui ada tidaknya pembesaran saraf atau mati rasa pada kulit di area yang dipersarafi saraf tepi tesebut, serta cek laboratorium untuk mencari bakterinya.

Baca juga: Mengenal Tipe Kusta pada Tubuh dan Karakteristiknya

Jaga daya tahan tubuh

Sistem kekebalan tubuh turut memegang peranan penting dalam pencegahan kusta. Semakin baik sistem kekebalan tubuh kita, maka risiko untuk bakteri tersebut berkembang biak semakin kecil.

Khususnya pada anak-anak dan lanjut usia, memelihara daya tahan tubuh agar tetap maksimal menjadi sangat penting. Caranya dengan memastikan asupan makanan kita kaya akan kandungan gizi yang dapat membantu meningkatkan sistem imun.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X