Makan Kentang Goreng Tiap Hari, Seorang Remaja Pria Alami Kebutaan

Kompas.com - 05/09/2019, 17:02 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com – Penelitian baru-baru ini menemukan efek samping baru dari diet makanan yang tidak sehat: kebutaan.

Sekelompok peneliti dari University of Bristol, Inggris, menemukan kasus terbaru terkait ini. Penelitian mereka dirangkum dalam Annals of Internal Medicine, tentang seorang remaja laki-laki yang mengalami kebutaan karena mengonsumsi makanan tidak sehat setiap hari.

Makanan tersebut adalah kentang goreng, keripik kentang, roti putih, daging asap, dan sosis.

Mengutip Time, Kamis (5/9/2019), remaja yang tidak disebutkan namanya ini pertama kali mengeluhkan kondisi tubuhnya ke dokter pada usia 14 tahun. Ia mengalami kekurangan vitamin B12 dan beberapa masalah kesehatan minor.

Baca juga: Salah Pengolahan, Kentang Goreng Bisa Hasilkan Zat Berbahaya

Pada saat itu, dokter hanya memberinya suntikan vitamin B12 dan konsultasi makanan.

Tahun berikutnya, remaja tersebut mulai mengalami keterbatasan pendengaran dan penglihatan. Namun, dokter yang bersangkutan tidak bisa menemukan sebab pasti dari keluhan tersebut.

Dua tahun kemudian, keterbatasan pendengaran dan penglihatan itu semakin terasa. Remaja tersebut akhirnya diminta untuk memeriksa kondisinya ke neuro-ophthalmologist, ahli mata yang berkaitan dengan syaraf.

Pada saat itulah neuro-ophthalmologist menemukan adanya kekurangan vitamin B12 yang signifikan, serta kekurangan beberapa nutrisi penting lainnya. Pada saat itulah, pasien menjelaskan bahwa ia hanya bisa mencerna makanan dengan tekstur tertentu, termasuk kentang goreng dan sosis.

Ilustrasi sosisDimijana Ilustrasi sosis

Masalah kesehatan, termasuk keterbatasan penglihatan dan kebutaan, masif ditemukan pada komunitas masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi. Lain halnya dengan permasalahan pada masyarakat di negara maju, yaitu ketidakmampuan untuk menyerap beberapa nutrisi karena tercampur dengan konsumsi alkohol atau rokok.

Diet makanan demi penglihatan maksimal memang tidak marak ditemukan. Biasanya hal ini hanya dilakukan kepada pasien yang berada di negara-negara kaya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Time
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X