Penyakit Psoriasis, dari Penyebab, Gejala hingga Penanganannya

Kompas.com - 04/09/2019, 12:09 WIB
Ilustrasi psoriasis shutterstockIlustrasi psoriasis

KOMPAS.com -  Psoriasis adalah penyakit kulit yang berkaitan dengan siklus hidup sel kulit yang baru diproduksi di lapisan kulit paling bawah. Penderita penyakit ini mengalami kulit yang berak-bercak tebal dan bersisik karena pergerakan sel kulit baru yang lebih cepat dari waktu normalnya.

Baca juga: Kelebihan Berat Badan Perburuk Penyakit Psoriasis

Dikutip dari buku Mayo Clinic: Family Health Book terbitan Intisari, psoriasis merupakan penyakit yang bertahan dan bisa berlangsung lama. Psoriasis juga dapat terjadi secara tiba-tiba pada segala usia, meski awalnya berlangsung secara perlahan dan biasanya dimulai pada usia antara 15 hingga 35 tahun.

Penyebab

Penyebab terjadinya psoriasis dipicu oleh beberapa faktor berikut:

1. Infeksi sistemik seperti sakit tenggorokan
2. Respons sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit
3. Cidera pada kulit
4. Stres
5. Gaya hidup tidak sehat.

Diagnosis

Diagnosis psoriasis biasanya didasarkan pada pemeriksaan fisik. Dokter mungkin perlu mengambil sampel kulit (biopsi), untuk pemeriksaan mikroskopik dan memastikan tidak adanya gangguan lain atau infeksi jamur. Jenis-jenis psoriasis juga banyak, mulai dari yang ringan dan berlangsung singkat sampai yang berat dan kronis.

Gejala

Gejala penderita psoriasis adalah sebagai berikut:

1. Bercak merah dan kering pada kulit yang ditutupi sisik keperakan.
2. Bercak-bercak kecil bersisik (biasanya pada penderita berusia anak-anak).
3. Sendi yang membengkak dan kaku.

Pengobatan

Salah satu alasan sulitnya mengobati psoriasis adalah karena jenis yang sangat banyak, derajat keparahannya, serta responsnya terhadap perawatan. Melihat hal tersebut, dokter perlu merancang perawatan spesifik bagi masing-masing individu.

Selain itu, berikut pengobatan dari penyakit psoriasis:

• Krim dan salep
Kalsipotrien adalah salep yang diperoleh dengan resep dokter, yang mengandung vitamin D. Fungsinya adalah mengendalikan produksi sel kulit yang berlebihan. Obat ini cukup efektif untuk kasus psoriasis ringan hingga sedang. Jika terdapat bercak-bercak psoriasis dibutuhkan lotion yang mengandung sodium klorida (garam) untuk meredakan psoriasis.
• Obat minum
Obat minum yang disarankan adalah Asitretin karena dapat membantu mengurangi pertumbuhan kulit yang berlebihan pada kasus psoriasis berat. Penggunaan obat ini harus dilakukan dengan sangat berhati-hati, karena dapat menimbulkan efek samping peradangan pada mata dan bibir, rambut rontok, dan sensitif terhadap sinar matahari. Selain itu, ada obat minum lainnya yaitu methotrexate yang dapat menghambat pertumbuhan sel kulit pada psoriasis dan siklosporin, yang menekan sistem kekebalan tubuh.
• Fototerapi
Psoralen plus ultraviolet-A (PUVA), yaitu kombinasi obat yang memberikan efek kepekaan terhadap cahaya (psoralen) dan dengan sinar ultraviolet A (UVA), cukup efektif untuk menghambat pertumbuhan sel kulit pada psoriasis berat. Penggunaan PUVA jangka panjang (lebih dari 250 kali) dapat meningkatkan risiko penyakit kanker kulit termasuk melanoma, salah satu kanker kulit yang mematikan.

Perawatan

Perlu dilakukan perawatan yang tepat untuk menyembuhkan psoriasis atau mencegah agar tidak kambuh. Anda dapat melakukan pencegahan-pencegahan sebagai berikut:

• Ubah gaya hidup dengan pola makan, tidur, dan aktivitas rutin seperti olahraga
• Pertahankan berat badan yang sehat
• Jangan menggaruk, menggosok, atau mengelupas bercak psoriasis
• Mandi secara teratur setiap hari untuk melunakkan sisik psoriasis
• Pertahankan kelembapan kulit dengan menggunakan lotion atau krim pelembab
• Gunakan sampo, sabun, atau pembersih yang mengandung asam salisilat
• Gunakan tabir surya untuk melindungi paparan sinar matahari
• Berikan krim kortison yang dijual bebas di pasaran beberapa minggu jika psoriasis tergolong parah. (Hana Nushratu)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X