Kompas.com - 03/09/2019, 08:47 WIB
Kecelakaan beruntun di Cipularang, Jawa Barat Kecelakaan beruntun di Cipularang, Jawa Barat

KOMPAS.com - Laka lantas beruntun yang terjadi Senin siang (2/9/2019) di Tol Purbaleunyi  Jawa Barat (sebelumnya disebut Tol Cipularang) melibatkan 21 kendaraan.

Hingga Senin malam sekitar pukul 18.30 WIB, tercatat korban meninggal sebanyak delapan orang. Kemudian berdasarkan perkembangan Senin malam, tercatat tiga korban mengalami luka berat dan 25 orang mengalami luka ringan.

Belum ada informasi pasti apakah ada hubungan antara jumlah korban meninggal dan luka berat dengan posisi duduk di mobil. Namun, ada hasil riset yang mengungkap bahwa posisi duduk di belakang lebih berisiko cedera.

Sebuah studi dari Lembaga Asuransi untuk Keselamatan Jalan Raya (IIHS) pernah mengungkap, penumpang di kursi belakang adalah korban yang paling berisiko mengalami cedera hingga meninggal ketika terjadi laka lantas.

Baca juga: Ridwan Kamil Minta Dishub Jabar Analisis Penyebab Kecelakaan di Cipularang

Mengapa demikian?

Teknologi airbag hanya diberikan pada penumpang di kursi depan, sedangkan penumpang di kursi belakang hanya memiliki sabuk pengaman yang kurang efisien.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sabuk pengaman di kursi penumpang belakang pun hanya dilengkapi dengan teknologi force limiter yang berfungsi sebagai pembatas kekuatan sabuk dalam mengendalikan beban tubuh untuk mengurangi cedera akibat laka lantas.

"Ada berbagai terobosan untuk keamanan pengemudi dan penumpang di kursi depan. Kami harap evaluasi baru ini bisa memacu kemajuan serupa untuk penumpang di kursi belakang," ujar Harkey Presiden IIHS dilansir IFL Science, Jumat (26/3/2019).

The New York Times mengabarkan pada (12/6/2019), sabuk pengaman dengan sensor yang dapat mendeteksi akan terjadi kecelakaan bisa dijadikan pilihan. Sabuk pengaman bersensor canggih ini dapat mengencang sebelum terjadi kecelakaan.

Ketika sabuk pengaman longgar ketika ada hantaman, hal ini justru dapat menyebabkan cedera.

Menurut IIHS, Jika mobil Anda tidak dilengkapi dengan teknologi seperti ini, disarankan untuk menempatkan orang tua di atas usia 55 tahun untuk duduk di samping pengemudi.

Kesimpulan ini didapat IIHS setelah pihaknya menyelidiki 117 kecelakaan mobil yang penumpang di belakangnya meninggal dunia atau terluka parah.

Melalui foto, catatan kepolisian, dan catatan medis ditemukan bahwa penumpang kursi belakang memiliki luka yang cenderung lebih parah dibanding penumpang depan dan pengemudi.

Mereka menemukan, cedera yang paling sering dialami adalah cedera dada kemudian cedera kepala.

Baca juga: Ada Kecelakaan di Jalan, Kok Orang Lebih Suka Menonton?

Fakta ini jelas menunjukkan bahwa ada perbedaan besar pada teknologi mobil untuk kedua baris kursi penumpang.

"Kami yakin, produsen mobil dapat menemukan cara memecahkan masalah pada kursi belakang, seperti yang mereka lakukan untuk kursi depan (mobil)," kata Harkey.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.