Kompas.com - 03/09/2019, 08:07 WIB
Ilustrasi sakit GERD Shutterstock.comIlustrasi sakit GERD

Diagnosis

Diagnosis yang dapat dilakukan oleh penderita GERD adalah sebagai berikut:

  • Gastroskopi (endoskopi saluran pencernaan bagian atas). Pada tahap ini, dokter akan memasukkan selang kecil, tipis, dan dilengkapi dengan kamera (endoskopi) untuk memeriksa keronkongan serta perut. Hasil tes ini dapat menjadi normal ketika adanya refluks, namun terkadang endoskopi ini juga  
  • Pemeriksaan pH kerongkongan. Diagnosis untuk tahap ini adalah, monitor ditempatkan di kerongkongan untuk mengidentifikasi kapan dan berapa lama asam lambung muncul kembali ke sana (kerongkongan). Monitor ini tersambung dengan detektor kecil yang digunakan di sekitar dada atau kabel di sekitar bahu.
  • Manometri. Tes ini mengukur ritme kontraksi otot ketika Anda menelan makanan. Manometri juga mengukur seberapa kuat otot pada kerongkongan Anda.
  • Foto rontgen atau X-ray. Foto x-ray akan diambil setelah Anda mengonsumsi air berkapur yang melapisi saluran pencernaan. Lapisan ini akan memudahkan dokter untuk melihat siluet dari kerongkongan, lambung, dan usus bagian atas.

Penanganan

Pengobatan yang disarankan untuk penderita GERD adalah:

  • Obat untuk menetralisir asam lambung seperti antasida.
  • Obat untuk mengurangi produksi asam lambung (biasa disebut dengan H2 blocker) seperti nizatidine, cimetidine, dan famotidine.
  • Obat untuk menghentikan produksi asam lambung dan memulihkan kerongkongan (proton pump inhibitors) seperti lansoprazole dan omeprazole.

Operasi atau pembedahan dilakukan apabila GERD yang diderita sudah akut. Pembedahan dapat dilakukan melalui dua prosedur

  1. Fundoplikasi. Dokter akan membungkus bagian bawah kerongkongan untuk mencegah terjadinya refluks.
  2. Perangkat LINX. Perangkat yang berbentuk manik-manik logam kecil yang berfungsi untuk melilit perut dan kerongkongan untuk mencegah terjadinya refluks. Namun, kelemahan dari perangkat ini adalah tidak dapat membatasi makanan yang masuk melalui mulut.

Selain pengobatan, berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko GERD terjadi kembali:

  • Mengurangi porsi makan. Anda dapat mengonsultasikannya dengan ahli gizi terdekat.
  • Hindari tidur setelah makan karena dapat memperparah asam lambung naik ke kerongkongan.
  • Berhenti merokok.
  • Meninggikan bantal kepala ketika tidur untuk meredakan heartburn.
  • Mengurangi makanan-makanan yang melemahkan otot LES, seperti coklat, kopi, dan minuman beralkohol
  • Mengatur pola makan dan gaya hidup menjadi lebih sehat. (Hana Nushratu)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.