Bagaimana Daun Kratom Digunakan di Indonesia dan Luar Negeri?

Kompas.com - 02/09/2019, 16:05 WIB
Penanam kratom, Gusti Prabu, saat merawat tanaman kratom miliknya di sebuah perkebunan di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (25/12/2018).  Masyarakat penanam kratom mendesak ketegasan Pemerintah terkait legalitas tanaman tersebut yang diketahui memiliki nilai ekonomi karena khasiatnya sebagai obat herbal, namun masih menjadi kontroversi akibat adanya indikasi daun ini mengandung zat psikotropika. AFP PHOTO/LOUIS ANDERSONPenanam kratom, Gusti Prabu, saat merawat tanaman kratom miliknya di sebuah perkebunan di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (25/12/2018). Masyarakat penanam kratom mendesak ketegasan Pemerintah terkait legalitas tanaman tersebut yang diketahui memiliki nilai ekonomi karena khasiatnya sebagai obat herbal, namun masih menjadi kontroversi akibat adanya indikasi daun ini mengandung zat psikotropika.

KOMPAS.com - Rencana menaikkan tanaman kratom menjadi obat-obatan terlarang Golongan I oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) menimbulkan kontroversi di antara para petani kratom, masyarakat yang menggunakannya, para ahli dan pembuat kebijakan.

Namun, bagi yang tidak mengikuti kratom, banyak yang kemudian bertanya-tanya itu tanaman apa dan apa fungsinya.

Dijelaskan oleh peneliti dan pakar adiksi di Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience Jakarta, dr Hari Nugroho MsC, yang dihubungi oleh Kompas.com, Senin (2/9/2019), kratom adalah pohon tropis (Mitragyna speciosa) yang berasal dari Asia Tenggara. Ia memiliki berbagai nama lain, seperti biak, ketum, kakuam, ithang dan thom.

"Kalau di Indonesia itu paling banyak di daerah Kalimantan. Itu tanaman perdu yang sering tumbuh di dekat kali (sungai) di sana. Kalau di daerah lain (di Indonesia), jarang ada tanaman ini memang," kata Hari.

Baca juga: Manfaat dan Efek Kratom, Pohon Asal Kalimantan yang Akan Dilarang BNN

Di Kalimantan, tanaman kratom sering difungsikan sebagai tanaman perdu untuk menjaga lahan, menahan tanah longsong pada aliran sungai dan diekspor ke luar negeri.

Seperti dilansir dari BBC Indonesia, Sabtu (31/8/2019); kratom menjadi sumber nafkah sekitar 300.000 petani di Kalimantan. Kratom tidak melulu diambil langsung dari hutan, tetapi juga dibudidayakan.

Salah seorang petani bernama Matius yang akrab disapa Mario mengaku bisa memetik 200 kilogram daun kratom dalam sehari bersama dua orang temannya. Kratom tersebut kemudian dikeringkan sebelum bisa dikemas dan dijual. Dalam sehari, dia mengaku bisa mendapat uang Rp 600.000 dari kratom.

Konsumsi kratom

Mengutip publikasi oleh National Institute on Drug Abuse (NIDA), kratom saat ini bukan zat ilegal di Amerika Serikat dan mudah dipesan di internet.

Di negara tersebut, kratom kadang-kadang dijual sebagai bubuk hijau dalam paket berlabel "bukan untuk konsumsi manusia", dan terkadang juga dijual sebagai ekstrak atau permen karet.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X