Kompas.com - 27/08/2019, 09:20 WIB
Pondok Modern Gontor Ponorogo dan British Council bekerjasama dalam memajukan pengajaran bahasa Inggris lewat program English for Indonesia. British CouncilPondok Modern Gontor Ponorogo dan British Council bekerjasama dalam memajukan pengajaran bahasa Inggris lewat program English for Indonesia.

KOMPAS.com - Merayakan potensi digital, Pondok Modern Gontor Ponorogo dan British Council bekerjasama dalam memajukan pengajaran bahasa Inggris lewat program English for Indonesia.

Program yang diluncurkan Senin (27/8/2019) di Gontor, Ponorogo ini berusaha mengajak santri pondok pesantren untuk belajar bahasa Inggris dengan lebih interaktif, tidak kaku, dan tidak terbatas pada pelajaran di kelas.

"Bahasa Inggris merupakan bahasa utama dalam bisnis, pergaulan dunia, dan ilmu pengetahuan. Menguasainya berarti membuka peluang bagi santri Gontor untuk berkarya," kata Paul Smith, Direktur British Council Indonesia.

Dengan program ini, kini santri bisa mengakses materi belajar bahasa lewat internet dengan membuka situs British Council secara gratis. Materi yang diakses mencakup kemampuan membaca, mendengarkan, berbicara, dan menulis.

Baca juga: Newton Prize, Proyek Kerjasama Inggris-Indonesia untuk Peneliti

Selain bagi siswa, English for Indonesia jiga membidik guru. Para guru bisa mengakses materi TeachingEnglish. Bersama dengan kegiatan launching, British Council juga mengadakan program training bagi para guru serta tes kemampuan bahasa Inggris guru lewat program APTIS.

"Kami berharap dapat melihat tingkat penggunaan bahasa Inggris praktis meningkat secara signifikan," ujar Paul yang mengapresiasi pendidikan di Gontor yang inklusif dan kreatif dalam mengajarkan bahasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ajak Siswa Atasi Tantangan Global

Dr Hamdani Fahmy Zarkasyi, Wakil Rektor Universitas Darussalam, sebuah universitas di bawah pengelolaan Pondok Modern Gontor mengatakan bahwa pembelajaran bahasa Inggris kini masih terlalu formal.

"Dengan bisa mengakses di internet, ini pendekatan menarik. Inggris menjadi tidak sekadar akademik. Bisa menyentuh masalah kultural," ungkapnya di sela peluncuran.

Rektor Universitas Darussalam Prof Dr Amal Fathullah Zarkasyi mengatakan, pendidikan bahasa Inggris dengan memanfaatkan digital menjadi salah satu cara Gontor untuk mewujudkan misi "kebebasan berpikir" bagi santrinya serta mengajak santri menjawab tantangan global.

"Mempelajarinya bahasa Inggris adalah kunci untuk memahami sains dan teknologi," kata Amal.

Baca juga: Mahasiswa UI Temukan Potensi Anti Kanker Serviks pada Racun Ikan Lionfish

Dengan penguasaan bahasa Inggris, santri bisa mempelajari teknologi yang dikembangkan dunia luar.

"Jadi kita di Gontor mengajarkan nilai-nilai dasar. Pengetahuan bisa dicari santri secara mandiri. Bahasa membantu," ungkapnya.

Pendidikan bahasa juga membantu santri Gontor hidup di tengah maraknya ekstremisme, menjaga agar tetap inklusif dan toleran.

"Akar dari radikalisme adalah kurangnya pengetahuan. Jika memiliki pengetahuan, kita bisa menentukan sikap, tidak mudah termakan," katanya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.