Mengenal "Celebrity Worship" yang Menjangkiti Para Fans Militan Kpop

Kompas.com - 13/08/2019, 19:33 WIB
Girlband BLACKPINK tampil di panggung Sahara Tent pada 2019 Coachella Valley Music And Arts Festival di Indio, California, pada Jumat (12/4/2019). Rich Fury/Getty Images for Coachella/AFPGirlband BLACKPINK tampil di panggung Sahara Tent pada 2019 Coachella Valley Music And Arts Festival di Indio, California, pada Jumat (12/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Media sosial kerap diramaikan oleh berbagai perbincangan. Mulai dari hobi dan kuliner hingga perdebatan antar-penggemar yang fanatik atau tergila-gila pada sosok idola.

Salah satu hal yang sering meramaikan perdebatan di media sosial adalah perseteruan antar-kelompok fans dengan kelompok lain atau penggemar dengan sosok terkenal.

Beberapa waktu lalu, seorang pembawa acara program televisi Yunani, Katerian Kainourgio dikecam fans setelah dianggap menghina Jungkook dan V BTS, Sehun EXO, serta Kang Daniel Eks Wanna One dengan kata-kata tidak sopan.

Setelah mendapatkan berbagai macam pesan dari para penggemar, Katerian lalu meminta maaf kepada fans yang merasa terhina atas komentar dan candaan yang ia keluarkan.

Baca juga: Nicky Westlife: Luar Biasa, Fans Indonesia Tak Pernah Bosan dengan Kami

Di Indonesia sendiri, rapper Young Lex pernah mendapatkan kecaman dari penggemar girlband BLACKPINK. Saat itu, Young Lex memberikan komentar tak senonoh terhadap salah satu personil girlband tersebut, Lisa.

Hal itu membuat rapper ini mendapatkan petisi dan dilarang menghadiri acara jumpa penggemar dengan Lisa BLACKPINK di Indonesia.

Selain itu, artis Luna Maya juga pernah mendapatkan komentar negatif saat dia hanya mengikuti akun Instagram idola K-Pop selain boyband BTS. Luna pun kemudian menuliskan tanggapannya yang merasa heran karena perilaku pengikutnya yang menjadikan hal tersebut sebagai masalah.

Fenomena ini, menurut dosen psikolog sosial dari Universitas Airlangga, Rizqy Amelia Zein, merupakan perilaku yang disebut sebagai  Celebrity WorshipRizqy mengungkapkan, kondisi ini bukanlah fenomena baru dan sudah berlangsung sejak lama.

"Jadi prinsipnya, celebrity worship ini manifestasi relasi yang sifatnya parasocial, jadi punya kedekatan atau keterikatan sama seorang obyek atau individu, tetapi si individu (idola) tersebut enggak sadar bahwa secara langsung berinteraksi dengan fansnya," ucap Rizqy kepada Kompas.com, Selasa (13/8/2019).

Boyband kpop BTSKoreaboo Boyband kpop BTS
Kondisi ini, menurut Rizqy, bisa berdampak positif maupun negatif. Berefek positif, bila kondisi ini mampu meningkatkan determinasi diri para fans. Rizqy mengungkapkan, sisi positif ini terlihat dari para fans yang juga ingin sukses seperti idolanya.

Menurutnya, jika para selebritas itu menujukkan sikap baik dan memiliki karakteristik positif, maka sifat tersebut dapat ditiru oleh para penggemarnya.

Namun kondisi ini juga memiliki dampak negatif. Menurut Rizqy, ada beberapa simtom atau gejala psikiatri yang diasosiasikan dengan celebrity worship, termasuk depresi, kecemasan, kemudian pengalaman disosiatif atau kecenderungan memisahkan diri dari kelompok.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X