Rentetan Lindu Terjadi di Zona Subduksi sejak Awal Agustus, Ada Apa?

Kompas.com - 13/08/2019, 06:05 WIB
Ilustrasi gempaShutterstock Ilustrasi gempa

Secara sederhananya, ini menunjukkan ada sebuah proses yang semakin lama semakin intensif sebelum muncul gempa utama (mainshock).

"Aktivitas ini mirip kalau kita mau mematahkan kayu, perlahan-lahan ada retakan-retakan kecil sebelum benar-benar terpatahkan," ujar Daryono memberi perumpaan.

Baca juga: PLTN Dinilai Lebih Aman, tapi Adakah Risiko Bila Terjadi Gempa?

Tetapi apakah fenomena rentetan gempa akhir-akhir ini sudah mengarah pada tanda-tanda seismik ke arah sana?

Hal ini juga masih sulit dijawab karena data aktivitas gempa yang terjadi belum cukup untuk disimpulkan.

" BMKG akan terus melakukan monitoring dengan memfokuskan di zona-zona terduga aktif tersebut. Kami akan terus amati polanya secara spasial dan temporal," ujar Daryono.

"Satu hal yang penting diingat bahwa tidak semua klaster aktif akan berujung pada terjadinya gempa besar meskipun setiap gempa besar selalu didahului oleh serangkaian aktivitas gempa pendahuluan," kata dia.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X