Seri Baru Jadi Ortu: Muntah dan Gumoh, Apa Bedanya?

Kompas.com - 07/08/2019, 18:09 WIB
-shutterstock -

KOMPAS.com - Pernahkan menjumpai bayi Anda mengeluarkan kembali makanan atau ASI yang telah ditelannya?

Ada dua bahasa untuk menyebut bayi yang mengeluarkan kembali makanannya, yaitu muntah dan gumoh.

Meski kadang disamakan, ternyata dua hal tersebut punya makna yang berbeda. Jika yang terjadi adalah gumoh, orangtua tak perlu khawatir. Tapi jika muntah, itu harus diwaspadai.

Menurut Mayo Clinic, Gumoh adalah memuntahkan sesuatu secara perlahan sejumlah kecil susu dari mulut bayi.

Gumoh adalah hal yang normal bagi bayi. Gumoh pada bayi berlangsung ketika lahir sampai berusia 6 bulan dan berangsur-angsur akan hilang dengan sendirinya.

Baca juga: Seri Baru Jadi Ortu: 10 Mitos Menyusui yang Wajib Ibu Tahu

Untuk meminimalkan gumoh, Anda harus mencari posisi yang nyaman dan cocok untuk menyusui.

Jika bayi Anda memang mudah gumoh, apa pun upayanya akan tetap terjadi. Selama kondisi bayi Anda sehat dan berat badannya normal, gumoh bukanlah masalah.

Sementara itu, muntah bisa jadi merupakan dampak intoleransi terhadap susu atau juga bisa juga merupakan tanda dari penyakit.

Bayi memang muntah di awal kelahirannya. Misalnya, beberapa jam setelah lahir bayi biasanya akan memuntahkan lendir. Ini normal dan kemungkinan akibat tak sengaja meminum darah ibu.

Meski demikian, jika bayi munta terus-menerus, sebaiknya orangtua membawanya ke dokter.

Bagaimana? Sudah paham perbedaan muntah dan gumoh pada bayi? Jadi, Anda tidak usah khawatir bila bayi Anda gumoh selama bayi Anda sehat dan memiliki berat badan yang stabil.

Baca juga: Seri Baru Jadi Ortu: Apa Ayah Bisa Mengalami Baby Blues?

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X