Tubuh kaku ini dicirikan dengan mengatupnya mulut korban.
Akan tetapi, jika korban sanggup membuka mulut dan merespons makanan, pendaki lain bisa memberikan makanan atau minuman hangat untuk membantu mengembalikan panas tubuh korban.
Kepada para pendaki, Sinaga juga memberikan imbauan.
Ia mengingatkan agar membawa persediaan pakaian kering untuk mengantisipasi jika mengalami hipotermia dalam perjalanan.