Viral Potensi Tsunami Selatan Jawa, Jangan Cuma Cemas, Lakukan Ini...

Kompas.com - 21/07/2019, 20:00 WIB
Berdasarkan analisis buku pemutahkhiran sumber dan peta gempa di Indonesia, bila gempa bumi bermagntudo 8,9 terjadi di segmen megathrust Nias Mentawai, kemungkinan besar akan diikuti tsunami. Gelombang tsunami bisa tiba di daratan Kepulaun Nias dalam hitungan kurang dari 7 menit. KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWABerdasarkan analisis buku pemutahkhiran sumber dan peta gempa di Indonesia, bila gempa bumi bermagntudo 8,9 terjadi di segmen megathrust Nias Mentawai, kemungkinan besar akan diikuti tsunami. Gelombang tsunami bisa tiba di daratan Kepulaun Nias dalam hitungan kurang dari 7 menit.

Secara geologis, Indonesia sangat kompleks. Jadi, gempa dan tsunaminya juga sangat beragam. Gempa dan tsunami selatan Jawa bisa punya karakteristik yang berbeda dengan yang terjadi di barat Sumatera seperti pada 2004 di Aceh.

Dari sekian ragam yang mungkin terjadi, gempa dan tsunami di selatan Jawa bisa dibagi dua jenis. Pertama adalah yang gempanya terasa. Ini seperti tsunami di Banyuwangi pada 3 Juni 1994 yang didahului gempa M 7,8 di Samudera Hindia, zona subduksi.

"Tidak berselang lama setelah gempa, wilayah pantai selatan Jawa Timur dilanda tsunami destruktif. Tsunami menimbulkan kerusakan di pantai Banyuwangi hingga Tulungagung. Jumlah korban meningal akibat tsunami ini mencapai 223 orang, 15 orang hilang," urai Daryono.

Tsunami tipe kedua adalah yang dipicu oleh gempa lamban. Seperti namanya, gempa lamban tidak terasa dan efeknya pun lama. Gempa seperti ini pernah terjadi di Jawa pada 17 Juli 2006 dengan magnitudo 7,7 dan memicu tsunami di Pangandaran.

Tsunami Pangandaran mengagetkan karena baru selain gempanya tak terasa, gelombang tsunami baru datang 20 menit setelah guncanga. "Penduduk desa dan ratusan orang yang sedang berlibur tak sempat menyelamatkan diri. Bencana sore itu menelan korban jiwa sebanyak 668 orang meninggal," kata Daryono.

Baca juga: Viral Potensi Tsunami Selatan Jawa, Jangan Salah Memaknainya

Karena memiliki 2 tipe gempa dan tsunami, masyarakat di selatan Jawa pun juga harus punya sikap berbeda. Misalnya, warga tak bisa santai hanya karena getaran gempa tak terasa sebab bisa jadi gempa yang terjadi adalah gempa lamban.

"Prinsipnya untuk selatan Jawa, jika gempa terasa baik itu lemah maupoun kuat, tetapi lebih dari 30 detik, segeralah lari menjauhi pantai sesuai jalur evakuasi yang telah ditentukan sebelumnya sebab gempa pembangkit tsunami di Jawa bisa terasa bisa tidak," ungkap Abdul.

Abdul menuturkan, secara umum warga di pesisir selatan Jawa masih memiliki waktu hingga 30 menit untuk lari melalui jalur evakuasi setelah gempa. Bila infrastruktur seperti jalur evakuasi terbangun, besar peluang warga selamat dari tsunami.

Pahami Dengan Benar Potensi Tsunami Selatan Jawa

Informasi potensi tsunami selatan Jawa telah lama beredar. Potensi tsunami dihitung dari gempa yang mungkin terjadi, yaitu bermagnitudo hingga 8,8 di zona subduksi selatan Jawa. Zona subduksi ini adalah pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X