Warga Keluhkan Suhu Dingin, BMKG Sebut Puncaknya Terjadi pada Agustus

Kompas.com - 18/07/2019, 13:04 WIB
Alis dan bulu mata seorang warga, Frank Lettiere, membeku setelah berjalan di sepanjang tepian Danau Michigan yang tertutup es ketika suhu dingin ekstrem, Rabu (30/1/2019). Penduduk AS tengah menghadapi fenomena cuaca dingin ekstrem dengan suhu mencapai minus puluhan derajat Celsius dan telah menyebabkan sedikitnya 7 orang tewas. AFP PHOTO/JOSHUA LOTTAlis dan bulu mata seorang warga, Frank Lettiere, membeku setelah berjalan di sepanjang tepian Danau Michigan yang tertutup es ketika suhu dingin ekstrem, Rabu (30/1/2019). Penduduk AS tengah menghadapi fenomena cuaca dingin ekstrem dengan suhu mencapai minus puluhan derajat Celsius dan telah menyebabkan sedikitnya 7 orang tewas.

KOMPAS.com - Beberapa wilayah di Indonesia sedang mengalami suhu dingin. Bahkan banyak orang yang mengeluhkan suhu saat ini lebih dingin dibanding biasanya.

Bahkan, suhu Bandung mencapai 15,4 derajat celcius. Sedangkan di wilayah Lembang, suhu pada Rabu (17/07/2019) dini hari tercatat 13 derajat celcius.

Kepala Bidang Analisis Variablitas Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), Indra Gustari, memprediksi kondisi ini akan berlangsung hingga September. Meski begitu, suhu dingin ini akan mencapai puncaknya pada Bulan Agustus.

Adapun daerah yang mengalami suhu dingin ini meliputi Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan sekitar Merauke.

"Khususnya di selatan Ekuator dan sedang musim kemarau," tutur Indra kepada Kompas.com, Kamis (18/7/2019).

Baca juga: Suhu Dingin di Bandung Biasa Saja, 1987 Pernah 11,2 Derajat Celcius

Indra menambahkan, kondisi ini merupakan salah satu karakteristik musim kemarau. Pada musim kemarau, suhu udara memang menjadi rendah. Ini karena tidak ada awan yang dapat memerangkap panas, sehingga suhu panas pada siang hari lepas menuju ke atmosfer.

"Panas dalam bentuk gelombang panjang dari bumi di daerah yang kemarau atau tanpa awan, dapat lepas ke atmosfer secara optimal," ujar Indra.

Indra menambahkan, kondisi setiap darah berbeda. Namun berdasarkan data historis, suhu saat ini berada di posisi terendah dibandingkan dengan kondisi rata-ratanya.

Dia mengambil contoh Kota Bandung.Menurutnya, suhu rata-rata wilayah ini pada Bulan Juli adalah 18 derajat celcius. Tetapi saat ini, suhu tercatat lebih rendah mencapai 13 derajat celsius.

Namun, Indra menggarisbawahi agar masyarakat memahami suhu dingin ini sebagai siklus tahunan dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu fenomena aneh.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X