Kompas.com - 15/07/2019, 18:33 WIB
- shutterstock-

KOMPAS.com – Bagi kebanyakan orang, mandi sambil mengenakan lensa kontak mungkin tidak menjadi masalah. Namun, seorang pria di Inggris mengalami infeksi mata serius yang menyebabkan salah satu matanya buta karena mandi dengan lensa kontak.

Dilansir dari Live Science, Kamis (11/7/2019); Nick Humphreys dari Shropshire, Inggris (29) memang terbiasa memakai lensa kontak saat mandi. Dia mengenakan lensa kontak untuk berolahraga dan langsung mandi setelahnya tanpa melepas lensa kontak.

Pada awal 2018, kornea matanya atau lapisan terluar matanya yang berwarna bening tiba-tiba terinfeksi Acanthamoeba keratitis.

Untuk diketahui, Acanthamoeba merupakan ameba bersel satu yang biasa ditemukan di air, tanah dan udara.

Baca juga: Lensa Kontak Juga Bisa Timbulkan Masalah Lingkungan Serius, Kok Bisa?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seorang pengguna lensa kontak lebih merisiko terinfeksi ameba ini jika mereka membersihkan lensa kontak dengan air ledeng atau menggunakan lensa kontak saat berenang atau mandi.

Pasalnya, menurut laporan tahun 2010 yang dipublikasikan dalam Journal of Optometry, permukaan lensa kontak adalah kendaraan yang tepat bagi amoeba ini untuk masuk ke mata.

“Aku tidak berpikir apa-apa pada waktu itu. Aku tidak pernah diberitahu untuk tidak memakai lensa kontak saat mandi. Tidak ada peringatan semacam itu di kotaknya dan ahli optikku tidak pernah menyebutkan risikonya,” ujar Humphreys.

Setelah didiagnosis mengalami Acanthamoeba keratitis pada awal 2018, Humphreys diberi obat tetes mata oleh dokter untuk menanganinya. Untuk sementara waktu, dia tidak mengalami masalah apa-apa.

Baca juga: Mungkinkah Lensa Kontak Menempel di Mata?

Namun beberapa bulan kemudian, mata kanan Humphreys tiba-tiba buta. Dia pun diberi obat yang lebih kuat untuk diaplikasikan di matanya setiap jam, bahkan pada malam hari sekali pun. Dikarenakan rasa sakit yang luar biasa, Humphreys juga jadi kesulitan beraktivitas. Dia bahkan hanya meninggalkan rumah untuk pergi ke dokter.

Akibat kejadian ini, Humphreys harus menjalani dua operasi. Operasi pertama untuk memperkuat jaringan korneanya, sedangkan yang kedua untuk melindungi kornea dengan mentransplantasikan jaringan dari plasenta bayi (amniotic membrane transplant).

Sayangnya, mata kanan Humphreys tidak bisa diselamatkan. Infeksinya memang menghilang dan dia tak lagi kesakitan, tetapi mata kanannya tetap buta. Humphreys kini dijadwalkan untuk menjalani transplantasi kornea pada bulan Agustus.

Belajar dari pengalaman menyakitkan ini, dia bekerjasama dengan Fight for Sight untuk meningkatkan kesadaran akan risiko mandi atau berenang sambil mengenakan lensa kontak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Fenomena
Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.