Gara-gara Perubahan Iklim, Penyu Jantan Bisa Punah dari Muka Bumi

Kompas.com - 13/07/2019, 18:35 WIB
Ilustrasi penyu menetas. Ilustrasi penyu menetas.

KOMPAS.com – Sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam Marine Ecology Progress Series memperingatkan kita akan dampak perubahan iklim pada populasi penyu di Cape Verde.

Para peneliti dari University of Exeter mengungkapkan bahwa pada skenario dengan kenaikan suhu minimum pun, diprediksi bahwa 99,86 persen anakan penyu tempayan di daerah tersebut akan berjenis kelamin betina pada 2100.

Apalagi bila kenaikan suhu tinggi, 90 persen telur penyu bahkan tidak akan menetas.

Padahal, Cape Verde merupakan salah satu populasi penyu tempayan terpenting di dunia. 15 persen sarang penyu tempayan di dunia berada di area ini.

Dalam studi ini, para peneliti mencoba untuk memprediksikan jenis kelamin penyu Cape Verde berdasarkan proyeksi kenaikan suhu tahun 2100 yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), yaitu rendah pada 1,8 derajat celcius, menengah pada 2,8 derajat celcius dan tinggi pada 3,4 derajat celcius.

Baca juga: Serba Serbi Hewan, Bisakah Penyu dan Kura-kura Hidup Tanpa Cangkang?

Perlu diketahui bahwa jenis kelamin penyu ditentukan oleh temperatur di sekitarnya.

Nah untuk saat ini saja, 84 persen penyu tempayan yang menetas di Cape Verde adalah betina. Temperatur global yang lebih panas bisa menaikkan presentase ini.

Diwawancarai oleh Independent, Jumat (12/7/2019); Dr Lucy Hawkes yang merupakan salah satu peneliti berkata bahwa dalam ketiga skenario suhu IPCC, lebih dari 99 persen anak penyu akan menjadi betina.

“Dan pada skenario menengah dan tinggi, bisa jadi tidak ada pejantan sama sekali,” ujarnya.

Namun, bukan berarti tidak ada harapan sama sekali bagi penyu tempayan Cape Verde. Para peneliti menjelaskan bahwa model penelitian mereka didasarkan pada perilaku bersarang saat ini. Bisa jadi penyu beradaptasi untuk bersarang dan bertelur pada periode yang lain ketika suhu tidak terlalu panas.

Selain itu, penanaman pohon di area ini akan bisa melindungi telur penyu dari suhu yang terlalu panas.

Namun bila kita ingin mengubah nasib penyu-penyu ini kita harus bertindak cepat dan tidak hanya untuk populasi di Cape Verde saja.

Pasalnya, penelitian pada tahun lalu oleh World Wide Fund for Nature (WWF) Australia menemukan bahwa lebih dari 99 persen penyu hijau di beberapa bagian Great Barrier Reef menetas sebagai betina. Hal serupa juga tejadi pada populasi penyu pantai utara di dekat Great Barrier Reef.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X