Mengenal Anjing Terapi yang Bisa Tingkatkan Kesehatan Mental dan Fisik

Kompas.com - 05/07/2019, 10:07 WIB
Ilustrasi anjing dan pria Ilustrasi anjing dan pria

KOMPAS.com - Jika selama ini kita mengenal service dog yang mampu membantu penyandang disabilitas menyeberang jalan dan menuntun orang, sekarang ada pula anjing terapis (therapy dog) yang bisa bermanfaat bagi semua orang.

Anjing terapi bisa meningkatkan kesehatan manusia dengan memberikan dukungan emosional. 

Beberapa jenis penyakit kesehatan mental yang diketahui bisa dibantu oleh anjing terapi antara lain depresi, kepribadian ganda, autisme, ADHD, PTSD (post-traumatic stress disorder), dan Alzheimer.

Selain itu, anjing terapi juga bisa membantu meringankan masalah emosional yang muncul dari adanya gangguan kesehatan fisik.

Para pakar menilai, pasien yang sedang memulihkan diri dari operasi atau kecelakaan bisa sembuh lebih cepat dengan keberadaan anjing terapi.

Baca juga: Anjing dan Agama, 2 Hal yang Berkaitan Erat Sejak Peradaban Kuno

Sejumlah penelitian juga membuktikan bahwa interaksi dengan hewan peliharaan bisa meningkatkan hormon oksitosin dan dopamin. Kedua hormon ini berperan untuk memberikan rasa senang. Begitu pula hormon kortisol yang memberikan rasa stress, bisa turun dengan adanya anjing terapi.

Lantas, anjing apa saja yang cocok untuk menjadi anjing terapi?

Pada umumnya anjing dengan kepribadian yang ramah bisa menjadi anjing terapi yang baik dengan sedikit latihan. Anjing besar seperti golden retriever, st. bernard, dan labrador adalah yang paling sering ditemui sebagai anjing terapi. Namun, anjing kecil seperti poodle dan pomeranian juga cocok bagi yang membutuhkan hewan berukuran kecil.

Setiap jenis anjing memang punya kepribadian khusus. Namun, kepribadian itu bisa dilatih sejak anjing masih kecil.

Kemudian sebelum bisa ditetapkan sebagai hewan terapi, anjing perlu untuk diuji dan diamati responsnya. Apakah mereka bisa menerima suara yang mengganggu, dipegang tiba-tiba, atau bagaimana responsnya terhadap tongkat dan kursi roda?

Selain anjing, hewan lain, mulai dari kucing, kelinci, burung, llama, hingga alpaca, juga bisa dilatih menjadi hewan terapi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X