Anak Sekolah Susah Bangun Pagi Harus Dimaklumi, Ada Alasan Biologisnya

Kompas.com - 04/07/2019, 10:06 WIB
Salah satu siswa menguap di sela upacara bendera pada hari pertama masuk sekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 243 Palembang, Sumatera Selatan, Senin (16/7). Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2018-2019 dimulai secara serentak di Indonesia pada Senin 16 Juli. ANTARA FOTO/Feny Selly Salah satu siswa menguap di sela upacara bendera pada hari pertama masuk sekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 243 Palembang, Sumatera Selatan, Senin (16/7). Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2018-2019 dimulai secara serentak di Indonesia pada Senin 16 Juli.

Oleh Paul Kelley


DI berbagai belahan dunia, anak remaja kerap disalahkan karena begadang, sehingga kesulitan untuk bangun di pagi hari. Meski benar bahwa banyak remaja (sama seperti orang dewasa) memiliki kebiasaan tidur yang buruk, para peneliti telah lama membuktikan bahwa sulitnya remaja untuk bangun pagi ini memiliki alasan biologis.

Pada 2014, kelompok peneliti dari University of Munich di Jerman membuktikan bahwa remaja sebenarnya mengalami waktu dengan cara yang berbeda. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa siklus 24 jam yang menentukan kapan Anda bangun dan tidur menjadi lebih siang selama usia remaja. Hal ini berlangsung hingga mereka berusia 20 tahun.

Setelah usia 20, waktu bangun dan tidur Anda perlahan pulih hingga usia 55 saat di mana Anda secara alami terbangun di jam yang sama seperti ketika Anda berusia 10.

Hubungan antara pergerakan jam biologis dan proses pubertas ini sangatlah kuat sehingga peneliti menunjukkan bahwa semakin siangnya mereka bangun di akhir masa remaja bisa menjadi penanda biologis berakhirnya masa pubertas.

Kurang tidur

Pada waktu yang hampir bersamaan dengan penelitian Munich, Russell Foster di Universitas Oxford, Inggris, membuat terobosan penting dalam ilmu neurosains tentang waktu.

Dengan menggunakan tikus buta, Foster menunjukkan bahwa semua waktu tidur mamalia hanya bergantung pada sinar matahari. Ini berarti bahwa waktu biologis–yang menentukan kapan Anda merasa mengantuk–berbeda dari waktu sosial, yang ditentukan oleh jam dan kebiasaan kapan hal-hal tersebut harus dilakukan.

Melelahkan. Shutterstock.

Ketika waktu biologis dan waktu sosial berbenturan, hal itu dapat menyebabkan kekurangan tidur. Jam masuk sekolah dan kuliah–biasanya antara jam 7.30 pagi dan 8.30 pagi–terlalu dini untuk remaja di seluruh dunia. Perubahan biologis yang dialami remaja berarti mereka harus tidur lebih malam, bangun lebih siang dan tidur selama delapan atau sembilan jam.

Sekarang ini, banyak remaja kehilangan dua hingga tiga jam tidur setiap hari sekolah. Seperti yang disimpulkan Steven Lockley dari Harvard University, Amerika Serikat, para remaja secara sistematis kekurangan tidur dan tidak dapat dipulihkan . Hal ini membahayakan kesehatan mereka.

Apa solusinya?

Secara teori, solusinya sederhana: Jam masuk sekolah harus disesuaikan dengan kebutuhan remaja yang perlu bangun lebih siang seiring bertambahnya usia.

Namun dalam praktiknya, ada tiga tantangan utama: pembuktian bahwa masuk lebih awal secara langsung dapat merusak kesehatan remaja, mengidentifikasi jam masuk sekolah terbaik, dan mengatasi keengganan para pejabat pendidikan untuk mengubah jam masuk sekolah yang sudah ditentukan pada pagi hari.

Peringatan kesehatan. CDC., Author provided

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat telah mengumpulkan banyak studi ilmiah yang menunjukkan bahwa sekolah-sekolah di sana harus menetapkan jam masuk yang lebih siang.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X