Kompas.com - 02/07/2019, 18:08 WIB
Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Riau menghanguskan lahan gambut yang kering CITRA INDRIANIKebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Riau menghanguskan lahan gambut yang kering

KOMPAS.com - Kebakaran hutan kembali terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Berdasarkan data pemantauan Yayasan Madani Berkelanjutan, sudah 737 titik panas ditemukan, paling banyak di Provinsi Riau.

Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan Teguh Surya menjelaskan bahwa dari 10 kabupaten atau kota yang ada di Riau, delapan di antaranya mengalami kebakaran. Temuan awal menunjukkan 90 persennya atau 705 dari 737 titik panas ada di hutan gambut.

"Kedalaman dua sampai empet meter. Gambut kedalaman tinggi, dan jadi perdebatan apakah boleh memberikan konsesi di situ," kata Teguh dalam jumpa pers, Selasa (2/7/2019).

Hasil pemantauan citra satelit juga menunjukkan bahwa selain lahan gambut, kebakaran juga terjadi di hutan produksi. Ditemukan ada 264 titik panas di hutan produksi.

Ironisnya, kebakaran juga terjadi di wilayah prioritas restorasi dengan 204 titik panas. Ada pula 354 titik panas yang muncul di wilayah kubah gambut dan hutan lindung. Wilayah yang pernah terbakar hebat pada 2015 ini kembali terbakar.

Baca juga: Kemarau Panjang, Waspadai Kebakaran Lahan dan Hutan

"Ini menandakan apakah restorasi dilakukan maksimal? Apakah pengawasan dilakukan? Ternyata banyak titik panas di 2015 yang terbakar kembali," ujar Teguh.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fakta yang sama juga diungkapkan Rahmaidi Azani, peneliti Kelompok Advokasi Riau. Menurut dia, ada sejumlah area yang dulu terbakar di 2015 dan kembali terbakar di 2019, masih dikuasai oleh pemegang konsesi yang sama.

"Bahkan di beberapa area konsesi, seperti PT Rimba Rokan Lestari, PT Sumatera Riang Lestari dan Surya Dumai Agrindo, kejadian kemunculan titik panas terjadi hampir di setiap tahunnya," kata Rahmaidi.

Guru Besar bidang Perlindungan Hutan IPB Bambang Hero Saharjo menyayangkan restorasi berjalan lambat atau bahkan tak berjalan sama sekali. Padahal, restorasi sudah diamanatkan lewat Perpres 1/2016 tentang Badan Restorasi Gambut.

"Mestinya tahun keempat sudah direstorasi. Malah sekarang jadi biang keroknya. Ini harusnya dicari jalan keluarnya," kata Bambang.

Bambang mengatakan, harusnya pemerintah mengawasi upaya restorasi yang juga jadi kewajiban perusahaan pemegang konsesi. Pemerintah didesak untuk benar-benar menjalankan restorasi dan mencegah kebakaran hutan terulang kembali.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Oh Begitu
3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

Fenomena
Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Fenomena
T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

Fenomena
Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Oh Begitu
7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

Kita
7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

Oh Begitu
Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Oh Begitu
4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

Kita
Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Oh Begitu
13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X