"Puppy Dog Eyes", Bukti Evolusi Anjing untuk Pikat Manusia

Kompas.com - 18/06/2019, 18:33 WIB
ilustrasi anjing ilustrasi anjing

KOMPAS.com - Di kalangan para penyanyang binatang, istilah puppy dog eyes mungkin tak asing lagi. Ekspresi polos penuh iba hewan kaki empat itu sering ditampilkan pada saat-saat tertentu, misalnya ketika sang pemilik memarahi peliharaan mereka karena menggigit sepatu hingga rusak.

Ternyata ekspresi itu bukanlah kebetulan melainkan buah dari evolusi. Sebuah penelitian baru menemukan jika domestikasi anjing selama berabad-abad telah secara radikal membentuk anatomi muka anjing sehingga mudah dibaca oleh manusia.

Saat seseorang melihat anjing, hewan ini sering mengangkat otot alis bagian dalam untuk membuat mata mereka terlihat besar dan menarik.

Menurut Juliane Kaminski, peneliti di University of Portsmouth di Inggris, gerakan alis ini memainkan peran utama dalam berkomunikasi dengan manusia.

Baca juga: Sifat Penyayang Anjing Seperti John Wick Ternyata Akibat DNA

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PNAS , hal ini merupakan contoh terbaru tentang bagaimana domestikasi selama 20.000 tahun telah membuat hewan peliharaan mampu menyesuaikan emosi manusia dengan baik, mungkin lebih dari spesies lainnya.

Dalam studi tersebut para peneliti membandingkan anatomi dan perilaku antara anjing peliharaan dengan empat serigala liar. Mereka lantas menemukan bahwa anjing mengembangkan otot untuk menaikkan alis bagian dalam setelah didomestikasi dari serigala.

"Saat anjing membuat gerakan pada alis, hal ini menimbulkan keinginan manusia untuk merawat mereka," ungkap Kaminski dikutip dari The Independent, Selasa (18/06/2019).

" Anjing yang melakukan gerakan itu pun memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang tidak. Sehingga mereka pun memperkuat sifat puppy dog eyes yang selanjutnya diturunkan di generasi-generasi selanjutnya," sambungnya.

Hasil tersebut mendapatkan perhatian dari Molly Selba, kandidat doktoral yang mempelajari tentang evolusi dan domestikasi anjing di University of Florida.

"Otot ekspresi wajah adalah otot yang relatif kecil, tetapi mereka dapat membuat dampak besar pada cara kita memandang wajah," kata Selba, yang tidak terlibat dalam penelitian dilansir dari National Geographic, Senin (17/06/2019).

Selanjutnya, Kaminski berharap bisa melakukan studi lanjut untuk memeriksa varietas yang lebih luas dari ras anjing. Termasuk lebih banyak ras purba dan anjing jalanan untuk memahami bagaimana perubahan otot ini berevolusi.

Dia juga ingin mempelajari lagi mengenai reaksi manusia terhadap puppy dog eyes, mengapa kita cenderung untuk menaruh iba setelah melihatnya.

Baca juga: Serba Serbi Hewan, Apakah Anjing Benar-benar Tersenyum pada Kita?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X