Kompas.com - 15/06/2019, 18:02 WIB
Ilustrasi: menatap layar ponsel ThinkstockIlustrasi: menatap layar ponsel

KOMPAS.com - Kebiasaan yang kita habiskan untuk menelusuri gawai tampaknya akan berimbas pada anatomi kita. Ini mungkin jadi alasan mengapa beberapa orang, terutama yang berusia lebih muda, memiliki tonjolan aneh seperti tulang tepat di atas leher mereka.

Tonjolan tulang yang dikenal sebagai tonjolan oksipital ekternal ini kadang menjadi besar sehingga Anda dapat merasakannya dengan cara menekan pada pangkal tengkorak.

"Saya telah menjadi dokter selama 20 tahun, dan hanya dalam dekade terakhir saya menemukan pasien yang memiliki pertumbuhan tonjolan itu," kata David Shahar, ilmuwan kesehatan dari University of The Sunshine Coast, Australia.

Bagaimana tonjolan itu bisa terbentuk memang belum terindentifikasi, tetapi mungkin saja karena terus menerus menekuk leher untuk melihat gawai.

Baca juga: Temuan Baru, Sering Pakai Gawai saat Makan Bikin Tak Bahagia

Kepala manusia berat, sekitar 4,5 kilogram, dan memiringkannya dengan waktu yang lama dapat membuat leher tegang. Hal ini dapat meningkatkan tekanan pada otot leher yang menempel pada tengkorak.

Tubuh seseorang cenderung merespons dengan membentuk tulang baru seperti tonjolan. Tulang baru inilah yang akan mendistribusikan bobot kepala di area yang lebih besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam studi tahun 2016 yang dipublikasikan di Journal of Anatomy, Shahar dan rekannya melihat radiografi dari 218 pasien muda dengan rentang usia 18-30 tahun. Ini di lakukan untuk menentukan seberapa banyak individu yang mengalami pertumbuhan benjolan itu.

Dari pemeriksaannya, Shahar menemukan tonjolan biasa setidaknya berukuran 5 milimeter sedangkan tonjolan yang lebih besar berukuran smpai 10 milimeter. Secara keseluruhan, ia menemukan 41 persen peserta penelitian memiliki tonjolan.

Studi tersebut juga menunjukkan jika partisipan berusia lebih mudah cenderung memiliki tonjolan tulang dibandingkan dengan generasi yang memiliki umur di atas 30 tahun.

"Tonjolan itu jarang menyebabkan masalah medis, namun jika merasa tak nyaman, cobalah untuk memperbaiki postur tubuh Anda," kata Shahar, seperti dikutip dari Live Science, Jumat (14/6/2019).

"Bayangkan tonjolan itu adalah stalaktit dan stalagmit di gua, jika tidak ada yang menghalangi, mereka akan terus tumbuh," tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.