Bak Pakai Kulkas, Begini Rahasia Lebah Awetkan Makanan

Kompas.com - 13/06/2019, 20:06 WIB
Induk lebah serigala tengah membawa lebah madu hasil buruannya menuju sarang untuk dijadikan makanan bagi larva lebah Induk lebah serigala tengah membawa lebah madu hasil buruannya menuju sarang untuk dijadikan makanan bagi larva lebah

KOMPAS.com – Bagi manusia, kita menggunakan kulkas serta berbagai metode pengawetan makanan lain untuk dapat menyimpan makanan dalam jangka waktu panjang tanpa kerusakan.

Hal ini dimungkinkan karena kita memiliki teknologi dan pengetahuan bahwa makanan dapat tercemar dan terkontaminasi oleh agen luar sehingga dapat rusak dan membusuk.

Semula, kita mengetahui bahwa hanya manusia sajalah yang melakukan pengawetan makanan. Namun, ternyata tidak demikian kenyataannya.

Studi terbaru yang dilakukan oleh tim dari Universities of Regensburg, Johannes Gutenberg University, serta Max Planck Institute for Chemical Ecology berhasil mengungkap bahwa lebah serigala (Philanthus triangulum) juga sanggup menciptakan pengawet makanan mereka sendiri.

Baca juga: Hari Lebah Sedunia, Serangga Kecil Penopang Ketahanan Pangan Dunia

Pengawet ini berupa gas nitrit oksida, yang dihasilkan oleh telur sehingga sanggup mencegah pertumbuhan jamur pada makanan. Hal ini penting mengingat kondisi sarang lebah yang hangat dan lembap, sehingga rentan akan serangan jamur.

Sarang lebah serigala dibangun di lokasi yang berpasir dan terpapar sinar Matahari. Sebagai makanan untuk larva lebah, induk akan menyimpan lebah madu di ruang khusus yang dinamakan brood cell, yang menjadi lokasi larva tumbuh dan berkembang.

Sarang ini memiliki kedalaman yang relatif tinggi, sehingga brood cell memiliki suhu hangat dan bersifat lembap. Kondisi ini merupakan kondisi ideal bagi perkembangan larva, namun sayangnya, kondisi ini juga disukai oleh jamur, sehingga makanan rentan membusuk.

Untungnya, lebah serigala memiliki mekanisme pengawetan makanan anti jamur yang efektif, seperti yang diungkap oleh studi.

“Sesaat setelah peletakan telur, ruang brood cell mengeluarkan bau mirip kolam renang. Bau ini muncul dari telur lebah,” ungkap Prof. Dr. Erhard Strohm, pemimpin studi seperti dilansir dari Phys.org.

Melalui analisis kimia, diketahui bahwa bau ini dihasilkan oleh gas nitrit oksida (NO), yang diproduksi oleh telur dalam jumlah banyak. Gas NO akan dilepas ke udara, di mana gas akan bereaksi dengan oksigen sehingga membentuk gas nitrogen dioksida (NO2).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber phys.org
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X