Sering Begadang? Begini Cara Pulihkan Kondisi Tubuh dan Mental

Kompas.com - 11/06/2019, 18:02 WIB
Ilustrasi begadang DragonImagesIlustrasi begadang

KOMPAS.com – Begadang atau kebiasaan untuk mulai tidur di larut malam nampaknya menjadi perilaku yang kian familiar. Kebiasaan ini sering dilakukan khususnya bagi pekerja shift atau pelajar yang membutuhkan waktu tambahan untuk mengerjakan tugas yang menumpuk.

Begadang telah lama diketahui memiliki banyak pengaruh negatif pada kesehatan fisik dan mental, serta dapat menggeser ritme sirkadian ( jam biologis) tubuh. Akibatnya, perilaku ini memiliki efek jangka panjang bagi tubuh dan diasosiasikan dengan berbagai penyakit seperti diabetes dan penyakit kardiovaskuler.

Namun, terdapat kabar bahagia bagi anda para night owl’yang terbiasa begadang.

Studi terbaru menunjukkan bahwa kondisi fisik dan mental pasca-begadang ini dapat dipulihkan kembali melalui beberapa penyesuaian.

Baca juga: Perlukah Kita Tidur 8 Jam Sehari? 5 Ahli Menjawab Tidak

Studi yang dipublikasikan di jurnal Sleep Medicine ini melaporkan bahwa jam biologis dapat dipulihkan kembali menjadi normal setelah periode tiga minggu.

Setelahnya, seseorang akan mengalami peningkatan performa fisik maupun mental setelah terbangun, penurunan tingkat depresi dan stres, peningkatan nafsu makan, serta sanggup bangun lebih awal.

“Hasil penelitian kami mengungkap kemampuan intervensi sederhana yang bersifar non-farmakologikal untuk menggeser fase tidur para night owl, sehingga dapat mengurangi elemen negatif pada kesehatan mental dan rasa kantuk, serta memanipulasi perfromanya saat terbangun,” ujar Dr. Elise Facer-Childs, peneliti dari Monash University, dilansir dari EurekAlert, Minggu (9/6/2019).

Night owl sendiri adalah istilah yang diberikan bagi seseorang yang memiliki kebiasaan tidur larut malam, dengan awal tidur rata-rata pada pukul 2:30 dini hari dan terbangun pada 10:15 pagi hari.

Kondisi ini dapat memicu berbagai permasalahan, termasuk penurunan mood serta penurunan kemampuan kognitif dan fisik.

Studi ini dilakukan dengan melibatkan 22 partisipan selama tiga minggu.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Eurekalert
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X