Kompas.com - 28/05/2019, 20:06 WIB

Namun dalam studi baru tersebut, meski pertolongan pertama tersedia dengan cepat, kemungkinan pasien perempuan memiliki “shockable rhythm” atau irama jantung yang bisa diatur ulang dengan alat pacu jantung, hanya setengah dari pria, kata para peneliti dalam tulisan yang diterbitkan jurnal European Heart Journal.

Perbedaannya, kata para penulis, kemungkinan merujuk pada faktor-faktor biologi dasar yang menyebabkan “shockable rhythm” cepat berubah menjadi garis data pada perempuan, dibandingkan pada laki-laki.

Mereka menemukan, misalnya, perempuan yang mengalami gagal jantung memiliki kemungkinan lebih tinggi menderita kondisi-kondisi yang berhubungan dengan shockable rhythm yang lebih rendah, seperti stroke atau diabetes tipe 2.

Baca juga: Banyak Petugas Damkar Meninggal karena Serangan Jantung, Mengapa?

Di sisi lain, perbedaan yang teramati pada kajian tersebut mungkin juga akibat penundaan lama sebelum orang-orang sekitar menyadari seorang pasien perempuan sedang mengalami gagal jantung.

Orang-orang mungkin tidak menyadari perempuan bisa mengalami gagal jantung layaknya para pria, kata Tan kepada Reuters melalui telepon.

"Bagi kebanyakan orang, gagal jantung biasanya tidak terjadi di rumah sakit, tapi di tempat-tempat umum. Orang-orang yang berada sekitar harus mengetahui bahwa perempuan bisa mengalami gagal jantung seperti juga pria," kata Tan.

Para korban sendiri mungkin gagal menyadari tanda-tanda peringatan gagal jantung. Misalnya, tanda-tanda serangan jantung, pemicu umum gagal jantung.

Hal itu sering diabaikan perempuan karena gejala-gejalanya mungkin dalam bentuk kelelahan, mual atau sakit pada leher dan rahang. Sedangkan pada laki-laki, dilaporkan mengalami gejala-gejala yang lebih nyata, misalnya sakit dada.

Toft, yang juga pakar jantung yang mengawasi program-program pelatihan CPR, menegaskan bahwa meski seseorang tidak bisa mengubah bagaimana gagal jantung terjadi.

Namun, memastikan perempuan mendapat bantuan dari orang-orang sekitar sama seringnya dengan para laki-laki, akan membantu meningkatkan harapan hidup.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.