Kompas.com - 24/05/2019, 18:34 WIB

Meski demikian, DeGennaro mengingatkan kita agar jangan terlalu dini mengklaim kemenangan manusia atas nyamuk.

“Sistem pendeteksi bau pada serangga bersifat sangat kompleks. Nyamuk bergantung pada tiga protein pendeteksi bau. Protein ini memiliki kemampuan yang saling beririsan untuk dapat mengidentifikasi senyawa kimia di udara,” terangnya.

IR8a adalah protein yang mengidentifikasi dan mendeteksi senyawa asam, terutama asam laktat. Namun, asam laktat bukan satu-satunya petunjuk yang dibutuhkan nyamuk.

Nyamuk juga dapat mengenali petunjuk lain, seperti panas tubuh, kelembaban, dan penglihatannya yang dapat membedakan target potensial dengan objek lain. Selain itu, nyamuk juga tertarik pada gas karbon dioksida yang kita keluarkan saat bernapas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.