Bukan Kenangan, Ini Kandungan Asli Gas Air Mata yang Bikin Perih

Kompas.com - 23/05/2019, 16:30 WIB
Guyonan netizen dalam menanggapi aksi 22 Mei 2019 Guyonan netizen dalam menanggapi aksi 22 Mei 2019

KOMPAS.com - Aksi 22 Mei 2019 lalu mendapat banyak perhatian publik. Tak terkecuali para warganet.

Mereka ramai-ramai mengomentari apa yang terjadi di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) itu. Salah satu yang mendapat perhatian publik adalah penggunaan gas air mata untuk membubarkan aksi tersebut.

Tidak melulu berkomentar serius, banyak netizen justru memberikan tanggapan lucu. Bahkan, dengan kreativitas para netizen, mereka membuat percakapan fiktif antara polisi dengan warga terkait kandungan gas air mata.

Mereka menulis kandungan gas air mata mulai dari kenangan, kerinduan, bon hutang, perasaan, hingga undangan nikah mantan.

Baca juga: Efek Gas Air Mata pada Tubuh dan Penanganannya

Tentu saja, komponen asli gas air mata bukan semua hal tersebut. Kompas.com merangkumkan isi kandungan asli gas air mata yang sering digunakan untuk membubarkan massa.

Namun, sebelum itu, mari kita bahas istilah gas air mata sendiri. Menurut ahli anestesi dari Universitas Duke, Sven-Eric Jordt, istilah gas air mata sebenarnya tidak tepat.

Pasalnya, alat pembubar massa ini secara teknis bukan gas. "Senjata" itu berbentuk bubuk yang mengembang ke udara sebagai kabut halus.

Gas untuk mengusir massa dengan cara memberikan kesengsaraan maksimal. Benda ini bekerja dengan mengaktifkan salah satu dari dua reseptor sakit, yaitu TRPA1 dan TRPV1.

Melansir dari Scientific American, senyawa kimia untuk mengaktifkan TRPA1 dan TRPV1 berbeda. Dengan kata lain, gas air mata bisa dibagi menjadi dua kelompok sesuai komponen senyawa kimia penyusunnya.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X