Atasi "Biofouling", Pelajar Indonesia Raih Penghargaan Internasional

Kompas.com - 23/05/2019, 03:55 WIB
Carolline Mathilda Nggebu dan I Made Wiratathya Putramas, peraih 4th Grand Award Intel ISEF 2019 Carolline Mathilda Nggebu dan I Made Wiratathya Putramas, peraih 4th Grand Award Intel ISEF 2019

Tahapan pertama adalah pengoleksian daun dari kedua spesies mangrove, dilanjutkan dengan maserasi (pengekstrakan senyawa aktif dari sampel) menggunakan tiga pelarut organik yang berbeda, yaitu n-heksana, isopropil alkohol, dan metanol.

Selanjutnya dilakukan serangkaian pengujian terhadap senyawa aktif tersebut, antara lain uji fitokimia, analisis Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan analisis Gas Chromatography Mass Spectrometer (GCMS).

Setelahnya, dilakukan pengujian pengaruh ekstrak bahan aktif terhadap kemampuan microfouling bakteri Pseudomonas aeruginosa dan juga macrofouling siput laut Littorina scutulata. Bahan aktif ini kemudian diformulasikan sebagai campuran cat, yang kemudian dilakukan uji lapangan akan penggunaannya secara langsung pada kapal laut.

Hasilnya, terlihat bahwa ekstrak kedua tanaman mangrove memiliki kemampuan untuk menghambat penempelan organisme, baik microfouler seperti bakteri, maupun macrofouler seperti siput laut.

Hal ini karena pada kedua daun tanaman mangrove tersebut, terdapat senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, quinone, dan triterpenoid yang melindungi permukaan kapal dari penumpukan bakteri yang dapat mengakibatkan penimbunan organisme lainnya.

Sebelumnya, sebagian besar cat antifouling menggunakan senyawa tributyltin (TBT). Namun, senyawa ini beracun dan dapat membahayakan populasi kerang dan moluska lainnya. Temuan ekstrak daun mangrove yang ramah lingkungan ini diharapkan bisa menjadi solusi atas permasalahan tersebut.

“Saya berharap semoga capaian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, terutama orang-orang yang bergerak di bidang lingkungan dan industri cat kapal. Penelitian ini kiranya dapat menunjukkan solusi alternatif yang ramah lingkungan untuk memecahkan masalah biofouling ini,” ungkap Dera.

Baca juga: Pelajar Indonesia Jadi Juara di Kompetisi Internasional Intel ISEF 2019

Penghargaan dan penyempurnaan

Penelitian ini membuat kedua pelajar SMA Negeri 3 Denpasar tersebut meraih penghargaan 4th Grand Award Intel ISEF 2019 yang diselenggarakan di Phoenix, Arizona, untuk kategori Earth and Environmental: Life Sciences.

Karya ilmiah mereka berjudul Potential Identification and Application of the Rhizophora apiculata and Sonneratia alba as Bio Antifouling Agent for Antifoulant Paints.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X