Permen Karet Berusia 10.000 Tahun Ungkap Sejarah Migrasi Manusia

Kompas.com - 21/05/2019, 19:05 WIB
Bekas getah kulit kayu birch yang dikunyah 10.000 tahun lalu Kashuba et al. 2019Bekas getah kulit kayu birch yang dikunyah 10.000 tahun lalu

KOMPAS.com – Sekitar 10.000 tahun yang lalu, dunia dikejutkan dengan datangnya sekelompok manusia ke tanah Huseby-Kiev, barat Swedia. Tanah ini baru saja muncul ke permukaan setelah tertutupi oleh lapisan es yang tebalnya empat kilometer.

Kelompok baru ini kemudian mampu menetap dan bertahan hidup dengan berburu dan memancing di area tersebut.

Hal ini tentunya membuat para peneliti modern bertanya-tanya, bagaimana mereka bisa menguasai tanah yang baru saja muncul. Sayangnya, tidak banyak yang diketahui mengenai masyarakat Huseby-Kiev.

Baca juga: Grafiti Pemburu Paus Kuno Ditemukan di Australia Barat

Baru sekarang, identitas masyarakat Huseby-Kiev mulai terungkap berkat getah kulit kayu birch yang mereka kunyah sebagai permen karet dan lem untuk memperbaiki tembikar atau menempelkan tulang tajam ke batu sebagai senjata.

Berdasarkan alat-alat yang mereka tinggalkan, para peneliti berhasil mendeduksi bahwa masyarakat Huseby-Kiev awalnya datang dari dua arah, yakni dari barat Eropa dan Rusia, ketika lapisan es mencair. Mereka kemudian bertemu di daerah Skandinavia dan mengalami percampuran yang menjadi cikal bakal masyarakat pemburu-pengumpul Skandinavia.

Pertanyaannya, kapan mereka bertemu? Arkeolog Natalija Kashuba dari Uppsala University menjawabnya dengan mengambil DNA dari bekas getah kulit kayu birch yang masih menyimpan sidik jari dan bekas gigitan masyarakat Huseby-Kiev.

Secara total, Kashuba berhasil mengidentifikasikan tiga individu, yakni dua perempuan dan satu laki-laki, dan menelusuri garis genetika mereka.

Baca juga: Nenek Moyang Kita Jadi Kanibal 1 Juta Tahun Lalu, Ini Alasannya

Ketiga individu ini ditemukan punya kaitan erat dengan kelompok pemburu-pengumpul Skandinavia, tetapi DNA-nya lebih mirip dengan orang-orang Mesolitik dari Eropa barat daripada nenek moyang Rusia.

Temuan ini menunjukkan bahwa ada pertukaran ide, bukan cuma gen, pada masa tersebut di Huseby-Kiev.

Pasalnya, ini adalah kali pertama para peneliti menemukan bukti bahwa  kelompok pemburu-pengumpul Skandinavia sudah menggunakan alat-alat batu dengan metode pressure-flaking yang berasal dari Eropa timur sejak 10.000 tahun.

Bekas gigitan pada getah kulit kayu birch yang begitu beragam, termasuk bentuk gigi bayi, juga menunjukkan bahwa tugas pembuatan alat batu bukan hanya untuk orang dewasa  atau perempuan saja. Tugas itu dilaksanakan oleh semua anggota masyarakat Huseby-Kiev sejak dini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X