Cacar Monyet Belum Ditemukan di Indonesia, Bagaimana Menghindarinya?

Kompas.com - 15/05/2019, 12:40 WIB
Petugas Kesehatan Karantina Bandara Soekarno Hatta melakukan pemeriksaan acak suhu badan penumpang yang baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (14/5/2019). Pemeriksaan acak dilakukan untuk mewaspadai adanya penumpang yang terjangkit virus cacar monyet (monkeypox), bagi penumpang yang tiba dari penerbangan Singapura dan Afrika.MUHAMMAD IQBAL Petugas Kesehatan Karantina Bandara Soekarno Hatta melakukan pemeriksaan acak suhu badan penumpang yang baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (14/5/2019). Pemeriksaan acak dilakukan untuk mewaspadai adanya penumpang yang terjangkit virus cacar monyet (monkeypox), bagi penumpang yang tiba dari penerbangan Singapura dan Afrika.

KOMPAS.com — Kabar adanya kasus cacar monyet (monkeypox atau MPX) di Singapura membuat masyarakat panik karena dikhawatirkan penyakit itu akan masuk ke Indonesia, seperti Riau atau Batam.

Berkaitan dengan kasus ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliana Nazir mengatakan, kasus cacar monyet belum ditemukan di wilayah Riau.

"Sampai sejauh ini belum ada informasi adanya kasus monkeypox di Riau, tetapi tetap waspada sehubungan adanya penerbangan langsung Singapura-Pekanbaru," ujar Mimi dalam  keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (13/5/2019).

Menanggapi hal ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik dengan pemberitaan mengenai adanya penyakit monkeypox yang kemungkinan dapat masuk ke Indonesia.

Baca juga: Mengenal Penyakit Cacar Monyet yang Baru Saja Sampai ke Singapura

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk senantiasa waspada dan menjaga kebersihan.

"Sampai saat ini belum ditemukan kasus monkeypox di Indonesia," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Anung Sugihantono, MKes.

Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis).

Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yang tertular virus.

Penularan pada manusia, menurut Anung, terjadi karena kontak dengan monyet, tikus gambia dan tupai, atau mengonsumsi daging binatang yang sudah terkontaminasi.

Inang utama dari virus ini adalah rodent (tikus). Seperti diberitakan sebelumnya, penularan cacar monyet dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi.

Wilayah endemik terjangkit monkeypox secara global adalah Afrika Tengah dan Barat (Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Pantai Gading, Liberia, Sierra Leone, Gabon, and Sudan Selatan).

Pencegahan

Anung menyatakan, monkeypox dapat dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Halaman:



Close Ads X