Rahasia Alam Semesta: Bukan Kuning atau Merah, Ini Warna Asli Matahari

Kompas.com - 14/05/2019, 21:17 WIB
Ilustrasi matahariNASA/SDO (AIA) Ilustrasi matahari

KOMPAS.com - Saat diminta untuk menggambar dan mewarnai matahari, apa warna yang Anda pilih? Sebagian Anda mungkin akan mengambil warna kuning, sedangkan yang lain memilih warna oranye atau kemerahan.

Lalu, manakah warna matahari yang benar?

Sayangnya, baik warna kuning, oranye, maupun kemerahan bukanlah warna asli matahari.

Melansir dari situs Stanford Solar Center milik Stanford University, matahari pada dasarnya memiliki semua warna dicampur menjadi satu. Dalam pandangan mata manusia, warna ini akan ditangkap sebagai putih.

Baca juga: Di Matahari Juga Bisa Hujan, Begini Penampakannya

Hal ini lebih mudah dilihat dalam gambar yang diambil dari luar angkasa.

Mudahnya, kita bisa melihat warna matahari yang dibiaskan melalui prisma. Hasilnya adalah warna-warna pelangi seperti merah, oranye, kuning, hijau, biru, hingga ungu yang memiliki panjang gelombang berbeda.

Warna pelangi itu menunjukkan ketika seluruh warna dijadikan satu akan menjadi putih.

Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa mata kita mengangkap warna matahari menjadi kuning, oranye, atau kemerahan?

Alasannya adalah karena atmosfer bumi. Atmosfer bumi ini menghamburkan cahaya di wilayah panjang gelombang pendek seperti biru, nila, dan ungu.

Warna-warna tersebut menjadi mudah tersebar di langit. Hal tersebut kemudian membuat warna langit menjadi biru.

Terlepas dari itu, kita tahu ada warna dengan panjang gelombang panjang seperti merah, oranye, dan kuning.

Nah, karena wilayah tempat pembiasannya sudah tersebar warna biru, nila, atau ungu, warna lain yang tersisa kemudian berkumpul. Inilah yang membuat kita melihat matahari dengan warna kuning, oranye, atau merah.

Meski begitu, warna matahari ini juga ditentukan oleh budaya. Misalnya saja warga Jepang menggambarkan matahari dengan warna merah.

Sedangkan di Indonesia, ketika kita diminta menggambar matahari kebanyakan warna yang dipakai adalah kuning.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Kenapa Laut dan Langit Berwarna Biru?




Close Ads X